
DENPASAR, Letternews.net – Penguatan sistem informasi dan integrasi data menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan pengelolaan logistik pemilihan umum yang akurat, efisien, dan akuntabel. Menjawab tantangan tersebut, KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, dan dihadiri langsung oleh Anggota KPU Republik Indonesia, Yulianto Sudrajat. Turut hadir jajaran Komisioner KPU Bali, Sekretaris KPU Bali, Sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-Bali, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, serta tim sekretariat.
Dalam arahannya, I Dewa Agung Gede Lidartawan menyampaikan bahwa KPU Bali telah menyusun dan merapikan data awal pengelolaan logistik berbasis rekam jejak Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Data komprehensif tersebut mencakup skema penerimaan, penyimpanan, rantai distribusi, pengembalian, hingga tata cara penghapusan logistik.
“KPU Bali menyiapkan pemetaan jalur distribusi logistik secara rinci di seluruh kabupaten/kota. Pemetaan ini mencakup urutan tujuan pengiriman, estimasi kebutuhan armada kendaraan, kalkulasi biaya transportasi, hingga kebutuhan penyeberangan antarpulau. Kami juga mengkaji berbagai alternatif guna memperoleh pola kerja logistik yang lebih efektif dan efisien dari sisi anggaran,” ujar Lidartawan di Denpasar.
Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif KPU Provinsi Bali dalam mematangkan pemetaan logistik daerah sebagai masukan berharga bagi penyempurnaan SILOG 4.0 tingkat nasional. Ia menekankan bahwa tata kelola logistik pemilu wajib memegang teguh prinsip tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu.
Diskusi teknis ini turut menghadirkan Kepala Bagian Dokumentasi dan Pemeliharaan Logistik KPU RI, Adrian Aditya Nagara, bersama Tenaga Ahli KPU RI, Ikhwanudin, yang membedah pentingnya validasi data secara berkala.
Beberapa poin strategis yang dihasilkan dalam FGD tersebut meliputi:
Validasi Rantai Distribusi: Ketelitian pencatatan pada tahapan penerimaan, penyortiran, pelipatan, pengepakan, hingga pendistribusian agar setiap selisih jumlah dapat ditelusuri secara akuntabel.
Pemetaan Geografis & Armada: Penguatan data jarak tempuh, perkiraan waktu perjalanan, serta penanganan khusus untuk wilayah pesisir dan kepulauan di Bali.
Standardisasi Gudang & SDM: Modernisasi tata kelola gudang logistik dan peningkatan kompetensi personil operator SILOG 4.0 di tingkat kabupaten/kota.
Melalui perumusan data awal ini, KPU Provinsi Bali optimistis SILOG 4.0 mampu menjadi benteng kelembagaan yang menjaga kontinuitas data, efisiensi kerja, serta memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu yang semakin profesional dan transparan bagi krama Bali.