
DENPASAR, Letternews.net – Menjelang rangkaian hari besar keagamaan yang berdekatan, Kepolisian Daerah (Polda) Bali mulai memanaskan mesin pengamanan. Sebanyak 145 personel Polda Bali mengikuti Latihan Pra Operasi (Latpraops) Cipkon Agung 2026 di Gedung Presisi, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Samapta Polda Bali, Kombes Pol. Ronny Lumban Gaol, S.I.K., yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta latihan secara simbolis.
[irp]
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Ronny Lumban Gaol menekankan bahwa perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan. Lonjakan arus kendaraan dan aktivitas warga dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kondisi tersebut dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kriminalitas konvensional, konflik sosial, hingga potensi bencana alam. Oleh karena itu, kesiapan personel adalah kunci utama,” tegasnya.
[irp]
Latpraops ini dirancang untuk memperkuat kemampuan taktis dan koordinasi personel sebelum terjun ke lapangan. Operasi Cipkon Agung-2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai dari 1 hingga 8 Maret 2026.
Strategi yang diusung dalam operasi ini akan mengedepankan kegiatan:
Preemtif: Pendekatan edukatif kepada masyarakat.
Preventif: Penjagaan dan patroli untuk mencegah niat jahat.
Penegakan Hukum: Tindakan tegas bagi pelanggar hukum yang mengganggu kondusivitas.
[irp]
Kombes Pol. Ronny berharap seluruh peserta mengikuti latihan dengan serius agar memahami materi instruktur sebagai pedoman tugas. Tujuan akhir dari Operasi Cipkon Agung-2026 adalah menciptakan situasi Bali yang aman dan kondusif, sehingga umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Kami ingin menekan angka kriminalitas dan memastikan Bali tetap nyaman bagi warga maupun wisatawan menjelang hari besar keagamaan ini,” pungkas perwira menengah melati tiga tersebut.
Editor: Rudi.