
DENPASAR, Letternews.net – Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, berubah menjadi lautan gemuruh tepuk tangan pada Selasa (7/7/2026) malam. Duta Kabupaten Klungkung yang diwakili oleh Sekaa Gong Gita Remaja Banjar Gelagah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, sukses menyajikan pementasan spektakuler dan memukau ribuan pasang mata dalam ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Pementasan seni tingkat tinggi ini disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Klungkung I Made Satria, Ketua TP. PKK Klungkung Ny. Eva Satria, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung yang hadir memberikan dukungan penuh dari tribun penonton.
Sekaa Gong Kebyar Gita Remaja berhasil membawakan tiga materi garapan seni yang dikemas apik, artistik, dan penuh magis. Ketiga karya tersebut memadukan unsur tari, tabuh, dan dramatari yang berakar kuat pada nilai filosofis, tradisi, serta sejarah lokal masyarakat Nusa Penida.
[irp]
Sebagai pembuka, para seniman muda Klungkung menyajikan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi berjudul “Parung Gelagah”. Karya ini terinspirasi dari keagungan alam dan karakteristik topografi Desa Kutampi, Nusa Penida.
Secara etimologi, kata “Parung” berarti jurang atau lembah, sementara “Gelagah” merupakan jenis rerumputan liar berbatang tinggi di wilayah perbukitan yang di masa lampau menjadi cikal bakal berdirinya pemukiman Banjar Gelagah.
Garapan yang ditata oleh Gederan dan dibina oleh I Wayan Misna ini tetap mempertahankan pakem-pakem klasik Tabuh Lelambatan Pagongan. Mulai dari bagian Kawitan, Periring, Pengawak, Pengisep, Bebaturan, Ngembat, Batu-Batu, hingga Penyuwud. Komposisi ini menonjolkan dinamika yang terjaga serta jalinan melodi dengan teknik kekotekan yang padu pada instrumen gong kebyar, menyimbolkan keseimbangan filosofis menuju kesempurnaan hidup seni budaya Bali.
[irp]
Penampilan kedua diisi oleh Tari Kreasi “Tarpana Ning Kaenem”. Tarian ini mengangkat fragmen nilai spiritual dari tradisi Nyaronan yang sakral di Banjar Gelagah, Nusa Penida.
Tradisi ini lahir dari kisah seorang penggembala yang memohon keselamatan serta kesehatan untuk hewan ternaknya kepada Tuhan. Sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya doa tersebut, ia berjanji (sesangi) menghaturkan sebuah ritual yadnya menggunakan sarana sapi. Karya ini dengan indah menggambarkan nilai ketulusan, pengorbanan, dan tanggung jawab spiritual mendalam manusia kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
[irp]
Sebagai pamungkas, penonton disuguhkan Fragmentari “Turus Lumbung” yang mengusung moto kuat: “Pemberontakan hadir ketika ras manusiawi tiada, dan perlawanan tak bisa lagi ditahan”. Karya ini mengisahkan sejarah heroik dan spiritual dari tanah Nusa Penida yang gersang.
Cerita berpusat pada tokoh Nang Klepe, seorang pekerja ladang jagung yang tertindas. Akibat kelaparan hebat dan perlakuan tidak manusiawi dari majikannya, ia melakukan aksi protes nekat dengan memakan makanan sang bos lalu menggantinya dengan kotoran. Aksi ini memicu pengejaran intens dari wilayah Suana, Karangsari (Pura Goa Giri Putri), hingga Banjar Gelagah.
Di tengah kepungan, Nang Klepe mengucapkan sesangi (niskala):
“Yen kole tare tepuke sik tongos ne, kole mesaudan lakar ngae pura sik tongos ne” (Seandainya saya tidak ditemukan di tempat ini, saya berjanji akan mendirikan sebuah pura).
Berkat kekuatan niskala, ia terlindungi dari pandangan para pengejar. Setelah situasi aman, ia membuktikan janji sucinya pasca melewati tantangan masyarakat untuk membakar rumput gelagah, lalu mendirikan pura sederhana menggunakan sarana Turus Lumbung.
[irp]
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras para seniman muda, pembina, serta seluruh krama Banjar Gelagah yang terlibat.
Menurutnya, penampilan malam itu membuktikan bahwa kekayaan adat, sejarah lokal, dan seni khas dari seberang pulau (Nusa Penida) mampu disajikan dengan estetika tinggi dan berkelas di panggung budaya utama Bali.
Editor: Rudi
Mari bergabung bersama kami!
Gabung di saluran Whatsapp resmi kami: Klik di Sini
Gabung di Grup Whatsapp Pembaca Setia kami: Klik di Sini