
DENPASAR, Letternews.net – Pengguna jalan dan petugas kepolisian di sekitar Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Denpasar dikejutkan oleh peristiwa tidak biasa pada Sabtu (30/5/2026). Seorang pemuda yang tidak diketahui identitas pastinya tiba-tiba mengalami histeria dan kesurupan di pinggir jalan raya, tepat di dekat area markas kepolisian tersebut.
Insiden mengejutkan ini sempat memicu kepanikan warga di lokasi kejadian karena sang pemuda terus berteriak dan meronta-ronta hingga nyaris nekat menerobos ke tengah badan jalan yang padat kendaraan.
[irp]
Melihat situasi yang membahayakan keselamatan sang pemuda dan para pengendara, sejumlah warga setempat bersama petugas yang berada di sekitar lokasi langsung mengambil tindakan cepat. Mereka bergotong-royong memegangi dan menahan pergerakan pemuda tersebut agar tetap berada di trotoar jalan.
Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mengingat arus lalu lintas di depan Polresta Denpasar tergolong sebagai salah satu jalur cepat yang selalu padat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Suasana tadi sempat tegang karena dia meronta sangat kuat. Beruntung, akhirnya kami bisa menahan agar pemuda tersebut tidak sampai merangsek ke tengah jalan dan mengganggu arus lalu lintas,” ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
[irp]
Ketegangan di pinggir jalan tersebut akhirnya mereda setelah pihak keluarga korban berhasil dihubungi. Tidak berselang lama, bapak kandung dari pemuda yang mengalami kesurupan tersebut tiba di lokasi dengan raut wajah panik.
Melalui pendekatan emosional dan upaya spiritual penenangan keluarga, sang ayah secara perlahan berhasil meredam histeria anaknya hingga pemuda tersebut kembali sadar dan kondisinya berangsur-angsur stabil.
Setelah situasi dipastikan aman dan kondusif, pemuda tersebut langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Peristiwa unik yang sempat menjadi tontonan warga ini berhasil ditangani dengan baik tanpa menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di kawasan pariwisata urban Denpasar.
Editor: Rudi.