LetterNews
21 September 2026
16:29 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Teror Ular Saat Mati Lampu di Kediri, Warga Sumberejo Panik Amankan Permukiman

Foto: Ilustrasi Warga menangkap Ular muncul tepat saat listrik sedang padam.

KEDIRI, Letternews.net – Kondisi gelap gulita akibat pemadaman listrik di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mendadak berubah menjadi situasi yang menegangkan. Kemunculan seekor ular liar di tengah permukiman sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga setempat.

Insiden tak terduga ini menjadi perhatian serius karena terjadi saat jarak pandang sangat terbatas. Terlebih lagi, pada saat kejadian, masih banyak anak-anak kecil yang sedang beraktivitas dan bermain di sekitar lokasi jalanan desa.

Berdasarkan keterangan dari tokoh warga setempat, Matius Suwandi, kemunculan hewan melata tersebut sangat mengejutkan karena bertepatan dengan padamnya aliran listrik. Situasi gelap membuat warga harus bertindak ekstra hati-hati.

“Ular itu muncul tepat saat listrik sedang padam. Kondisi gelap tentu saja langsung memicu kepanikan warga yang sedang berada di luar rumah,” ujar Matius Suwandi saat menceritakan kronologi kejadian.

[irp]

Pilih Tindakan Cepat Demi Keselamatan Anak-anak

Menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan nyawa, sejumlah warga desa akhirnya berinisiatif mengambil tindakan tegas. Mereka bahu-membahu berupaya melumpuhkan ular tersebut demi mencegah risiko gigitan berbisa yang dapat membahayakan warga sekitar.

Proses penanganan darurat oleh warga didasari oleh beberapa pertimbangan kondisi di lapangan:

  • Faktor Keamanan: Mencegah ular menyusup masuk ke dalam rumah warga yang sedang gelap gulita.

  • Prioritas Anak-anak: Menghilangkan ancaman langsung bagi anak-anak yang masih banyak beraktivitas di area permukiman.

  • Keterbatasan Waktu: Situasi yang minim penerangan menuntut respons instan sebelum jejak satwa liar tersebut hilang.

[irp]

Warga setempat sebenarnya menyadari dan mengakui bahwa penanganan satwa liar secara ideal harus diserahkan kepada pihak yang berkompeten, seperti petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau relawan penyelamat hewan.

Namun, desakan situasi dan rasa khawatir yang tinggi membuat warga terpaksa mengambil tindakan cepat. Mereka tidak ingin mengambil risiko ular tersebut bergerak liar ke area permukiman padat dan melukai anak-anak yang tidak waspada di tengah kegelapan malam.

Editor: Rudi.