
DENPASAR, Letternews.net — Jagat media sosial di Bali, khususnya di Kota Denpasar, tengah dihebohkan dengan munculnya gelombang dukungan masif bagi Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Menariknya, gerakan ini mengusung semangat filosofis mendalam, yakni “Vasudhaiva Kutumbakam”, yang berarti “Kita Semua Bersaudara”.
Pantauan di berbagai platform mulai dari Instagram, Facebook, hingga WhatsApp Group, unggahan dengan desain grafis bertuliskan #KamiBersamaWalikotaJayanegara menyebar luas seiring dengan pesan solidaritas menjaga kondusivitas Kota Denpasar.
[irp]
Gerakan ini bukan sekadar tren sesaat. Penggunaan frasa Vasudhaiva Kutumbakam menunjukkan keinginan warga agar pembangunan dan kepemimpinan di Denpasar tetap berlandaskan pada semangat gotong royong dan kekeluargaan.
“Vasudhaiva Kutumbakam adalah napas Kota Denpasar. Melihat gerakan ini viral, menunjukkan bahwa masyarakat merasakan kedekatan dengan pemimpinnya dan ingin menjaga sinergi yang sudah berjalan baik,” ujar salah satu tokoh muda Denpasar yang ikut membagikan unggahan tersebut.
[irp]
Fenomena ini bermula sejak beberapa hari terakhir, di mana berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, tokoh adat, hingga pelaku UMKM, secara serentak memasang status dan story dengan narasi dukungan.
Tagar #KamiBersamaWalikotaJayanegara menjadi simbol bahwa warga Denpasar berada di belakang sang Walikota dalam menjalankan visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”.
[irp]
Banyak warganet menilai bahwa kepemimpinan Jaya Negara selama ini telah memberikan banyak ruang kolaborasi bagi masyarakat. Viralitas gerakan ini dianggap sebagai bentuk “Early Warning System” dari masyarakat untuk menangkal isu-isu negatif yang berpotensi memecah belah warga.
“Kami tidak ingin persaudaraan ini retak oleh isu apa pun. Tagar ini adalah bukti bahwa kita semua satu keluarga besar di bawah semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” tulis salah satu akun di kolom komentar sebuah grup publik Denpasar.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan serupa terus bermunculan, menjadikan topik ini salah satu pembicaraan paling hangat (trending) di lingkungan publik Kota Denpasar pada Februari 2026 ini.
Editor: Rudi.