LetterNews
04 November 2026
02:59 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
15 October 2026 17:30 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 15 October 2026, 17:30 WITA

Survei CELIOS Rilis Evaluasi Dua Tahun Kabinet: Bahlil Hingga Zulhas Masuk Jajaran Menteri Berkinerja Terendah

Mulai dari Isu Energi, HAM, Hingga Pangan: Lembaga Riset Beberkan Indikator Penilaian Publik Terhadap Kinerja Sejumlah Pejabat Tinggi

Kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada Minggu (11/10/2026), sejumlah nama pejabat tinggi seperti Bahlil Lahadalia, Natalius Pigai, Raja Juli Antoni, Sudaryono, dan Zulkifli Hasan tercatat berada dalam deretan menteri dengan penilaian terendah dari masyarakat. Foto: Net

JAKARTA, Letternews.net – Hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap kinerja para menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada Minggu (11/10/2026), sejumlah nama pejabat tinggi seperti Bahlil Lahadalia, Natalius Pigai, Raja Juli Antoni, Sudaryono, dan Zulkifli Hasan tercatat berada dalam deretan menteri dengan penilaian terendah dari masyarakat.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyampaikan bahwa persepsi publik ini diukur berdasarkan efektivitas kebijakan, penanganan isu strategis, serta dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat di berbagai sektor harian.

Dalam laporan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terendah dalam penilaian responden.

“Jadi menteri paling buruk nomor satu ini masih ditempati oleh Bahlil. Tahun lalu juga sama,” ungkap Bhima Yudhistira saat memaparkan hasil survei di Jakarta, dikutip Kamis (15/10/2026).

Soroti Penanganan Isu HAM, Kehutanan, Tata Kelola Pangan, Hingga Program MBG

Di urutan berikutnya, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berada di posisi kedua. Publik memberikan perhatian pada belum optimalnya penuntasan penanganan pelanggaran HAM masa lalu serta perlunya pencegahan yang lebih efektif terhadap potensi potensi kasus baru di daerah.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menempati urutan ketiga. Penilaian terhadap Kementerian Kehutanan dipengaruhi oleh sorotan publik terkait efektivitas strategi penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah.

Salah satu yang menarik perhatian dalam rilis survei ini adalah munculnya nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, di posisi keempat. Kendati terbilang belum lama memimpin lembaga baru tersebut, publik menyoroti berbagai tantangan dan dinamika operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.

Sementara itu, posisi lima besar penilaian terendah ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, seiring dengan dinamika harga serta ketersediaan komoditas pangan pokok nasional.

Selain kelima nama di atas, survei CELIOS juga mencatat beberapa nama pejabat tinggi lainnya yang mendapat sorotan kinerja dari publik, di antaranya:

  • Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN)

  • Pratikno (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)

  • Saifullah Yusuf / Gus Ipul (Menteri Sosial)

  • Muhaimin Iskandar / Cak Imin (Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat)

  • Fadli Zon (Menteri Kebudayaan)

Penilaian kinerja jajaran menteri dan kepala lembaga merupakan bentuk evaluasi publik yang dinamis. Evaluasi objektif dari lembaga riset independen ini diharapkan menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas penyerapan anggaran, serta penyempurnaan eksekusi program di seluruh kementerian.