LetterNews
04 November 2026
02:05 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
03 November 2026 18:00 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 03 November 2026, 18:00 WITA

Geger Isu Divpropam Amankan Perwira Tinggi Polri, Mabes Polri Didesak Buka Suara Terkait Konsolidasi Internal

Sinyal Pembenahan di Era Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto: Publik Menanti Klarifikasi Resmi Terkait Penanganan Sensitif Perwira Tinggi

Foto:Gambar Ilustrasi Net

JAKARTA, Letternews.net – Isu hangat dan sensitif tengah melingkupi internal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Beredar kabar bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri sempat mengamankan sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri untuk menjalani pemeriksaan internal pada Selasa (3/11/2026).

Meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi maupun pernyataan resmi dari pihak Mabes Polri, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengamanan tersebut melibatkan perwira berinisial L serta beberapa jenderal bintang tiga.

“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” ungkap sumber internal, Selasa (3/11/2026).

Pemeriksaan intensif tersebut ditengarai berkaitan erat dengan persoalan sensitif yang menyangkut stabilitas dan tata kelola internal institusi Bhayangkara.

Sorotan Konsolidasi Internal di Bawah Pimpinan Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto

Isu pemeriksaan para jenderal ini mencuat tepat satu bulan pasca-pergantian pucuk pimpinan Polri, di mana Jenderal Suyudi Ario Seto resmi memegang tongkat komando sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Sejak dilantik, Jenderal Suyudi Ario Seto konsisten menekankan komitmennya untuk melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh demi menjaga integritas, profesionalisme, serta stabilitas keamanan nasional.

Langkah tegas yang berembus di tubuh Divpropam ini dipandang sejumlah pihak sebagai bentuk nyata dari pembenahan internal yang tengah digelorakan oleh kepemimpinan baru.

Kendati demikian, desakan publik agar Mabes Polri segera menyampaikan keterangan resmi dan transparan semakin menguat. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah timbulnya spekulasi liar di tengah masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut.