LetterNews
04 November 2026
05:20 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
11 October 2026 08:20 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 11 October 2026, 08:20 WITA

Puncak Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI, Pemkab Klungkung dan Puri Agung Gelar Klungkung Heritage Festival

Prosesi Kirab Budaya dan Kehadiran Raja Sultan Nusantara: Merawat Warisan Peradaban Pusat Kerajaan Bali di Era Modern

Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria dan Wabup Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak perayaan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival di Pemedal Agung Kertagosa (10/10/2026). Foto: Hum

KLUNGKUNG, Letternews.net – Pelataran Pemedal Agung Kertagosa menjadi saksi kemegahan puncak perayaan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI Tahun 2026 yang dirangkaikan secara meriah dengan Klungkung Heritage Festival pada Sabtu (10/10/2026). Perhelatan budaya ini dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra.

Rangkaian acara pelestarian tradisi khas Puri Agung Klungkung tersebut diawali dengan prosesi kirab dari Puri Agung Klungkung menuju kawasan Kertagosa. Dalam kirab khidmat tersebut, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra bersama permaisuri ditandu menuju Monumen Puputan Klungkung untuk menyaksikan semarak parade budaya, sebelum akhirnya tiba di lokasi puncak acara di Pemedal Agung.

Dalam sambutannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Puri Agung Klungkung atas konsistensi merawat tradisi leluhur sebagai identitas peradaban Bali.

“Klungkung memiliki kedudukan yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Bali sebagai pusat kerajaan pada masa lampau. Puri Agung Klungkung bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan simbol perjalanan peradaban, kepemimpinan, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria menekankan bahwa pelestarian budaya wajib tercermin dalam sikap hidup sehari-hari melalui penghormatan terhadap adat istiadat, sekaligus menjadi benteng karakter bagi generasi muda di tengah arus modernisasi.

Komitmen Puri Agung Klungkung dan Simbol Persatuan Nusantara

Sementara itu, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra menjelaskan bahwa perayaan Abhiseka XVI ini menjadi penanda teguhnya komitmen Puri Agung Klungkung dalam menjaga adat-istiadat serta mendongkrak geliat pariwisata daerah.

“Walaupun tantangan pelestarian di era modern sangat berat, kami terus berupaya agar adat dan budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memajukan sektor pariwisata Klungkung agar semakin bergairah dan dikenal luas,” ungkap Ida Dalem Smara Putra.

Ida Dalem juga menyampaikan terima kasih atas sinergi Pemerintah Kabupaten Klungkung. Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai wilayah di Indonesia dalam festival ini dinilai sebagai simbol perekat Bhinneka Tunggal Ika.

“Meskipun kita berbeda cara dan metode dalam melestarikan adat budaya, tujuan kita tetap satu yaitu menjaga persatuan. Jangan besar-besarkan perbedaan, tetapi mari kita besar-besarkan persamaan,” tegas Raja Klungkung XII.

Acara puncak ini turut dihadiri oleh para raja dan sultan nusantara, penglingsir serta pasemetonan puri se-Bali, Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Danrem 163/Wirasatya, jajaran Forkopimda Kabupaten Klungkung, serta tokoh masyarakat lintas daerah.