LetterNews
03 November 2026
00:09 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
28 August 2026 20:47 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 28 August 2026, 20:47 WITA

Hadiri Puncak Karya Padudusan Alit di Pantai Matahari Terbit, Wali Kota Jaya Negara Dorong Penataan Kawasan Berbasis Tri Hita Karana

Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak Upacara Karya Padudusan Alit, Mlaspas, Mendem Pedagingan, dan Mecaru Panca Kelud Wrespati Kalpa Agung di Kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat (28/8/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak Upacara Karya Padudusan Alit, Mlaspas, Mendem Pedagingan, dan Mecaru Panca Kelud Wrespati Kalpa Agung di Kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Wali Kota Jaya Negara merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan, sekaligus komitmen dalam melestarikan adat, budaya, serta tradisi Bali. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga menyerahkan punia untuk mendukung kelancaran karya yang digelar krama Desa Adat Sanur.

[irp]

“Pelaksanaan karya ini menjadi momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga seluruh rangkaian berjalan lancar serta membawa kerahayuan dan memperkuat kebersamaan krama berlandaskan nilai Tri Hita Karana,” ujar Wali Kota Jaya Negara.

Wakil Ketua Panitia Karya sekaligus Ketua Baga Parahyangan Desa Adat Sanur, Ida Bagus Kompiang Partama, menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dengan tahapan Nuwasen.

Puncak karya dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Buda, serta Ida Pedanda Jelantik Gunung Sari Ubud. Upacara ini digelar sebagai wujud syukur krama atas penataan dan pembangunan Kawasan Pantai Matahari Terbit yang berlandaskan keseimbangan alam, manusia, dan spiritual.

Pihak panitia memaparkan bahwa penataan kawasan ini mencakup sejumlah fasilitas penting, antara lain:

[irp]

  • Fasilitas Adat & Sosial: Penataan Petunon (tempat upacara Ngaben krama Sanur), pendirian Pelinggih Padma sebagai pengulun kawasan, serta stana Ida Bhatara Melanting sebagai pengayom ekonomi pesisir.

  • Fasilitas Umum & Ekonomi: Pembangunan kawasan UMKM, Kantor Desa Adat, renovasi Kantor LPD, penataan areal parkir, hingga pembangunan Patung Monumen Nelayan Lokal.

“Seluruh rangkaian karya melibatkan sekitar 1.800 krama dari 10 banjar adat. Kami mengapresiasi dukungan Bapak Wali Kota dan Pemkot Denpasar yang menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga keharmonisan Desa Adat Sanur,” ungkap Ida Bagus Kompiang Partama.

Sinergi antara Pemkot Denpasar, Desa Adat Sanur, dan masyarakat ini diharapkan mampu mewujudkan penataan Kawasan Pantai Matahari Terbit yang berkelanjutan, religius, dan berdaya saing ekonomi tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi Bali.

Editor: Rudi