
DENPASAR, Letternews.net – Pementasan dramatikal memukau bertajuk “Bibi Anu” menjadi sajian pemuncak Gebyar Literasi (Gelis) Kota Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Denpasar, Jumat (2/10/2026).
Pertunjukan unik yang memadukan pesan literasi, drama, dan seni budaya tersebut diperankan langsung oleh Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berkolaborasi dengan kelompok seni Naluri Manca.
Acara puncak Gelis 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa; Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede; serta Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya. Tampak pula pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMD, ribuan siswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan bahwa Gebyar Literasi Kota Denpasar bukan sekadar rangkaian perlombaan atau pameran semata, melainkan sebuah gerakan masif berkelanjutan untuk membudayakan kebiasaan membaca dan berpikir kritis di masyarakat.
“Literasi hari ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga harus mampu memahami, memilah, serta mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat, termasuk menggunakan teknologi dan kecerdasan artifisial secara bijak di era digital,” tegas Arya Wibawa.
Ia memaparkan, berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional RI, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Denpasar pada tahun 2024 mencapai angka 83,38 (kategori tinggi), naik pesat dari 71,34 pada tahun 2023. Sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Denpasar tahun 2024 menyentuh angka 76,11, berada jauh di atas rata-rata Provinsi Bali sebesar 66.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, menyampaikan bahwa Gelis 2026 yang mengusung tema “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak” berlangsung selama dua hari (2–3 Oktober 2026). Rangkaian acara diisi dengan book fair dari 11 penerbit, berbagai lomba bertutur dan menulis resensi/cerpen, bincang literasi perempuan, hingga penyerahan penghargaan bagi perpustakaan sekolah dan desa berprestasi.