LetterNews
03 November 2026
06:23 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
10 June 2026 23:16 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 10 June 2026, 23:16 WITA

Sinergi Pusat-Daerah: Menteri LH Jumhur Hidayat dan Gubernur Koster Pimpin Penanaman Mangrove di Denpasar

Foto: Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin aksi nyata penanaman bibit mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan pada Rabu (10/6/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir Pulau Dewata kembali digaungkan di tingkat nasional. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin aksi nyata penanaman bibit mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan pada Rabu (10/6/2026).

Aksi lingkungan ini menjadi simbol kuat keseriusan lintas sektor dalam memitigasi dampak perubahan iklim global sekaligus memperkuat ekosistem pesisir Bali. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI dalam mengintensifkan rehabilitasi hutan payau di Indonesia.

Agenda yang dimulai sejak pagi hari ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, antara lain Walikota Denpasar, perwakilan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Bupati Badung, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, hingga pucuk pimpinan TNI-Polri, instansi vertikal, serta ratusan pelajar, mahasiswa, dan komunitas pencinta lingkungan.

[irp]

Menteri LH Sentil Dampak Hidrometeorologi dan Bidik Potensi Nilai Ekonomi Karbon

Dalam arahannya, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanaman mangrove ini bukan sekadar agenda seremonial musiman. Ia mengingatkan bahwa rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Indonesia merupakan respons balik dari alam akibat ketidaksopanan manusia dalam memperlakukan lingkungan.

“Kita mulai merasakan gangguan akibat ketidaksopanan kita kepada lingkungan. Banyak bencana hidrometeorologi yang terjadi karena cara kita memperlakukan alam. Karena ulah manusia, maka alam memberikan responsnya,” sentil Menteri Jumhur Hidayat tegas.

Selain fungsi proteksi bencana, Menteri LH memaparkan bahwa kawasan mangrove Bali memiliki daya serap emisi karbon yang sangat tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi Bali untuk masuk dalam skema perdagangan karbon internasional (carbon trading) melalui pengembangan ekonomi hijau (green economy) yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Atas dasar potensi strategis tersebut, Jumhur membocorkan rencana besar pusat yang akan kembali menggelar aksi penanaman mangrove dalam skala masif di Bali pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, 28 Juli mendatang, dengan menggandeng serikat pekerja hingga organisasi masyarakat.

[irp]

Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Sampah dan Pemulihan 18 Hektar Mangrove Bali

Di sela-sela kegiatan, Menteri LH turut melempar pujian terhadap gerak cepat Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster dalam mengendalikan persoalan sampah kota yang sempat krusial. Keberhasilan Bali menekan timbunan sampah dinilai berbanding lurus dengan peningkatan citra pariwisata Bali di mata internasional.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap ekologi Pulau Seribu Pura. Koster memaparkan bahwa gerakan menanam pohon dan mangrove sudah menjadi program prioritas wajib Pemprov Bali yang dieksekusi secara berkala setiap bulan demi mengejar target minimal kawasan hijau.

Gubernur Koster juga membuka data bahwa kawasan hutan bakau di lingkar Denpasar dan Badung sempat mengalami kerusakan biologis yang cukup parah.

  • Luas Kerusakan: Tercatat sekitar 18 hektar kawasan mangrove mengalami degradasi.

  • Langkah Pemulihan: Proses rehabilitasi dan restorasi hijau telah digulirkan secara bertahap sejak tahun 2019.

“Semoga mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik sehingga kawasan ini kembali pulih seperti sedia kala dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” pungkas Gubernur Koster optimis.

Editor: Rudi.