
MANGUPURA, Letternews.net — Misteri penemuan jasad pria yang terkubur secara tragis di kawasan persawahan Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, akhirnya mulai menemui titik terang. Identitas korban yang sebelumnya berstatus sebagai Mr. X kini terungkap sebagai Dean (25), seorang pemuda perantau asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepastian identitas ini menyusul pengakuan pilu dari pihak keluarga korban yang mengenali ciri-ciri fisik jasad melalui petunjuk yang beredar luas di media sosial.
[irp]
Tante korban, Machii Calista, tidak dapat membendung rasa syok dan kesedihannya setelah melihat dokumentasi ciri fisik korban. Dua rajatan tato khas bertuliskan “D32N” dan “C2SP3R” di bagian punggung menjadi bukti otentik yang mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah keponakannya.
“Benar, dia keponakan saya dari NTB. Ayahnya berasal dari Dompu dan ibunya dari Sumbawa,” ujar Machii Calista dalam keterangan tertulisnya yang menggetarkan hati.
[irp]
Di mata keluarga, Dean dikenal sebagai sosok pemuda yang mandiri, tertutup, dan tidak banyak ulah. Demi membantu perekonomian keluarga di kampung halaman, ia sudah merantau di Bali selama lima tahun terakhir dan menyambung hidup dengan bekerja di sebuah tempat pencucian motor di kawasan Banjar Cabe.
Selama masa perantauan tersebut, pihak keluarga menyatakan bahwa korban hampir tidak pernah mengeluh atau bercerita mengenai adanya konflik maupun ancaman dari pihak lain.
“Dean orangnya sangat pendiam, tidak banyak bicara. Selama dia di Bali, kami dari pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui jika dia ada masalah dengan orang lain,” tambah sang tante dengan nada terpukul.
[irp]
Penemuan jasad Dean yang terkubur secara tidak wajar di tengah hamparan sawah Darmasaba ini menyisakan luka mendalam dan tanda tanya besar. Pihak keluarga kini menuntut keadilan dan berharap aparat kepolisian dari Polres Badung dapat segera mengungkap tabir di balik kematian keji yang menimpa pemuda pendiam ini.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyeledik kepolisian masih terus melakukan pendalaman intensif, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta menunggu hasil autopsi resmi guna memburu pelaku di balik dugaan tindak pidana pembunuhan ini.
Editor: Rudi.