LetterNews
04 November 2026
19:38 WITA
BREAKING Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Disorot, Mahfud MD Ingatkan Potensi Jeratan Pasal Makar Hingga Ancaman Hukuman Mati
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
15 June 2026 06:46 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 15 June 2026, 06:46 WITA

Sambut Galungan dan Kuningan 2026, Jaya Negara – Arya Wibawa Ajak Umat Mulat Sarira dan Utamakan Makna

Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

DENPASAR, Letternews.net – Memasuki pertengahan tahun 2026, atmosfer spiritual di Pulau Dewata kian kental terasa. Seluruh umat Hindu bersiap menyambut hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan). Hari Suci Galungan yang jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dungulan akan diperingati pada Rabu (17/6/2026) mendatang. Sementara itu, Hari Suci Kuningan akan menyusul sepuluh hari kemudian pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, Sabtu (27/6/2026).

Serangkaian menyambut hari raya besar ini, jajaran Pemerintah Kota Denpasar bergerak taktis menggelar berbagai program strategis demi menjaga stabilitas di masyarakat. Mulai dari pelaksanaan pasar murah, bazar pangan, hingga pemantauan berkala harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Di sudut-sudut kota, krama Hindu Denpasar juga tampak sibuk menyiapkan berbagai sarana dan prasarana upakara (jejaitan dan penjor).

[irp]

Terjemahkan Kemenangan Dharma Lewat Karya Nyata yang Seimbang

Di sela-sela padatnya kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan pada Minggu (14/6/2026), Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan pesan mendalam. Pihaknya berharap momentum sakral ini dimanfaatkan secara optimal oleh umat Hindu untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Walikota Jaya Negara menekankan bahwa kemenangan dharma melawan adharma pada era modern saat ini harus diterjemahkan ke dalam tindakan konkret. Hal itu berupa tekad kuat untuk terus berkarya dalam meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara aspek material dan spiritual.

Dengan begitu, umat beragama mampu mencapai kebahagiaan sejati dengan selalu berpijak kepada pilar ajaran Catur Purusa Artha, yakni dharma, artha, kama, dan moksa.

“Semoga di hari suci Galungan dan Kuningan ini, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari kegelapan dan senantiasa dianugerahi kekuatan untuk mampu melewati berbagai tantangan hidup,” tutur Jaya Negara.

[irp]

Refleksi Mulat Sarira dan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam

Lebih lanjut, pimpinan nomor satu di Kota Denpasar ini mengajak masyarakat untuk senantiasa melakukan mulat sarira (introspeksi diri), serta mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi. Mulat sarira menjadi catatan penting untuk mengevaluasi setiap langkah dalam mengamalkan ajaran dharmaning agama (kewajiban sebagai umat beragama) dan dharmaning negara (kewajiban sebagai warga negara).

Walikota juga mengimbau agar perayaan upakara dikemas secara sederhana tanpa mengurangi esensi religiusnya. Yang paling utama adalah mengedepankan nilai, filsafat, dan makna mendalam dari perayaan itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari melalui implementasi Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat yang baik).

Hal senada diungkapkan Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa. Ia menyebut perayaan kali ini harus menjadi titik tolak untuk menyongsong masa depan Kota Denpasar yang lebih berkualitas, sejahtera, makmur, dan damai dalam bingkai persatuan.

Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran masyarakat Kota Denpasar, Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa secara resmi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat se-Dharma.

“Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk umat se-Dharma di mana pun berada. Dumogi kenak rahayu sareng sami. Mari kita bersama-sama bersinergi, bersatu dalam perbedaan, dan mendukung pembangunan daerah dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua bersaudara) untuk mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar yang Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul (MAJU),” pungkas Jaya Negara dan Arya Wibawa bersamaan.

Editor: Rudi.