LetterNews
02 November 2026
22:43 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
25 May 2026 08:40 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 25 May 2026, 08:40 WITA

Geger Aroma Menyengat di Mandala Sari Denpasar: Pria Jakarta Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos

Foto: Ilustrasi

DENPASAR, Letternews.net – Warga yang bermukim di seputaran Gang 6 Banjar Mandala Sari, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, mendadak geger. Bau busuk menyengat yang bersumber dari sebuah kamar kos pada Jumat (22/5/2026) malam menjadi petunjuk tragis ditemukannya jasad seorang perantau asal Jakarta bernama Rudi Ganti (56), dalam kondisi mulai membusuk.

Penemuan mayat yang sudah menghitam ini langsung memantik perhatian publik, lantaran korban sebelumnya diketahui sempat berinteraksi normal dengan pihak keluarga.

[irp]

Adik Kandung Histeris, Sempat Jenguk Dua Hari Sebelum Kejadian

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri, Gundu Panca Marano (40), sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, sang adik sengaja mendatangi kamar kos korban dengan maksud untuk mengambil pakaian kotor yang hendak dibawa ke jasa pencucian (laundry).

Hal yang membuat pihak keluarga terkejut adalah korban baru saja dijenguk pada Rabu (20/5/2026) siang. Dalam pertemuan terakhir tersebut, korban masih terlihat sangat bugar, asyik mengobrol, bahkan sempat menikmati kiriman makanan, kopi, dan rokok tanpa mengeluhkan gejala sakit apa pun.

Namun, hanya berselang dua hari, korban ditemukan sudah tak bernyawa dalam posisi terlentang di atas tempat tidur, masih mengenakan kemeja cokelat dan celana jeans. Teriakan histeris sang adik seketika memecah keheningan malam dan membuat pemilik kos, I Made Merta (55), bersama warga sekitar syok.

[irp]

Hasil Olah TKP Inafis: Korban Miliki Riwayat Sakit Jantung

Menerima laporan darurat dari masyarakat, Tim Inafis Polresta Denpasar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban, polisi menyimpulkan beberapa poin penting:

  • Tanpa Kekerasan: Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau trauma akibat benda tumpul/tajam pada tubuh korban.

  • Waktu Kematian: Korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhirnya lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan.

  • Kondisi Fisik: Tubuh korban sudah mengalami fase pembusukan alami dan lebam mayat yang membuat kulitnya menghitam.

[irp]

“Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memang memiliki rekam medis atau riwayat penyakit jantung,” ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (24/5/2026).

Kematian mendadak di dalam kamar kos ini kembali menjadi alarm pengingat yang keras, khususnya bagi kalangan perantau yang tinggal jauh dari keluarga inti. Penyakit kardiovaskular sering kali menjadi pembunuh senyap (silent killer) yang bisa menyerang kapan saja tanpa gejala awal yang masif.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi oleh tim medis menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah) untuk proses pemeriksaan medis lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Editor: Rudi.