LetterNews
21 September 2026
19:09 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Hilang Empat Hari Usai Sampan Pecah, Nelayan Asal Jembrana Ditemukan Meninggal Dunia di Muara Pantai Banyuwangi

Foto: Dua hari pencarian di tengah gelombang tinggi akhirnya membuahkan hasil. I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Jembrana yang dilaporkan hilang usai sampannya pecah menabrak kayu di Perairan Pulukan, ditemukan meninggal dunia di muara Pantai Banyuwangi

JEMBRANA, Letternews.net Operasi pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Pulukan, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat pencarian, Minggu (13/9/2026). Korban ditemukan meninggal dunia di muara Pantai Banyuwangi oleh nelayan setempat setelah hanyut terombang-ambing arus laut.

Korban yang teridentifikasi bernama I Gusti Putu Sugiarta (38) sebelumnya mengalami insiden naas setelah sampan yang ditumpanginya pecah akibat menabrak kayu di tengah laut.

Berikut adalah kronologi dan fakta penting proses pencarian hingga evakuasi korban oleh Tim SAR Gabungan:

  • Kendala Gelombang Tinggi: Penyisiran hari keempat yang dimulai sejak pagi hari sempat terhalang cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sekitar Perairan Pengambengan hingga Selat Bali.

  • Pengerahan Armada SAR: Pencarian mengoptimalkan alutsista laut seperti RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi, serta dibantu 2 perahu milik keluarga korban yang ikut menyisir ke arah muara perairan Banyuwangi.

  • Penemuan Korban: Sekitar pukul 15.50 WITA, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh nelayan lokal Banyuwangi di area muara pantai.

  • Identifikasi & Konfirmasi Keluarga: Pihak keluarga yang tiba di lokasi penemuan langsung mengonfirmasi identitas jenazah sebagai I Gusti Putu Sugiarta, sebelum akhirnya dibawa kembali melintasi laut menuju daratan Jembrana.

  • Proses Evakuasi Darat: Perahu pembawa jenazah tiba di Pantai Pengambengan sekitar pukul 17.00 WITA dan langsung disambut Tim SAR Gabungan untuk dievakuasi menuju RSUD Negara menggunakan ambulans Polres Jembrana.

“Hari ini pencarian hari keempat terhadap nelayan asal Cupel. Korban berhasil ditemukan di wilayah Banyuwangi dan dievakuasi bersama Tim SAR Gabungan menuju Pantai Pengambengan untuk penanganan medis lanjutan,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan.

Sinergi Operasi SAR Gabungan Lintas Wilayah

Penyisiran hingga proses evakuasi korban melibatkan kerja sama erat antara berbagai pihak, di antaranya Pos SAR Jembrana, Basarnas Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Satpolairud Polres Jembrana, serta partisipasi aktif dari persatuan nelayan dan warga lokal setempat.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat penting bagi para nelayan agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan perlengkapan keselamatan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca perairan yang kerap tidak menentu.