Delegasi G20 Kunjungi Kabupaten Karangasem

 Delegasi G20 Kunjungi Kabupaten Karangasem

Foto: Pesona Penuh Pikat Taman Ujung Karangasem, Bali

Digiqole Ad

Letternews.net — Delegasi Pendidikan dan Kebudayaan G20 melakukan kunjungan awal ke Objek Wisata Living Museum Samsara di Banjar Yeh Bung, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Sabtu (3/9).

Sebanyak 17 delegasi diantar petugas Kemendikbudristek dan Teknologi. Rombongan delegasi G20 disambut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem I Wayan Astika.  Dari 17 delegasi itu yang datang berasal dari Afrika sebanyak 7 delegasi, Arab Saudi sebanyak 3 delegasi, Brasil sebanyak 3 delegasi, dan Amerika sebanyak 4 delegasi. Rombongan disambut dengam penari janger dari anak-anak TK. Kadisbudpar Wayan Astika mengenalkan jajan dodol dan jajan laklak, mulai dari teknis pembuatannya di dapur menggunakan kayu bakar dan tungku tradisional. “Ini kunjungan awal agar delegasi mendapatkan gambaran potensi objek wisata dan budaya yang ada di Karangasem. Kunjungan resminya pada November nanti,” ungkap Wayan Astika.
BACA JUGA:  Prof Gede Sri Darma Dukung Pemprov Bali Terkait Ristribusi Rp.150.000 Bagi WNA
November nanti katanya yang berkunjung lebih banyak lagi menuju Objek Wisata Pura Sad Kahyangan Lempuyang, Taman Sukasada Ujung, Puri Karangasem, Pura Besakih, dan Desa Adat Tenganan Pagringsingan. Saat kunjungan di Living Museum Samsara, rombongan dikenalkan tentang siklus kehidupan. Museum yang dibangun di lahan 1 hektare dikemas bangunan serba tradisional beratap alang-alang. Selain dapur tradisional menggunakan kayu bakar, bale panjang tempat acara disediakan tempat duduk lesehan, ada ruang museum, ruang jaga, dan kebun.

Di ruang museum ditampilkan gambaran kehidupan umat manusia yang merupakan siklus kehidupan dibagi 14 bagian. Setiap bagian diberikan keterangan singkat lengkap dengan foto pendukung kegiatan, mulai dari upacara ngrujak yakni upacara pertama bagi wanita mulai hamil, magedong-gedongan upacara umur kehamilan 3-6 bulan, menanam ari-ari upacara mengubur ari-ari sebagai bentuk permakluman ke ibu pertiwi, kepus wedel upacara plasenta terlepas, mapag rare upacara usia bayi 12 hari.

BACA JUGA:  Empat Orang Tewas Terjun dari Lantai 22

Ngeles kekambuh upacara usia 42 hari, nelubulanin upacara 3 bulan, makutang bok upacara potong rambut, menek kelih upacara mulai menginjak dewasa, matatah upacara potong gigi, pawiwahan upacara perkawinan, ngaben upacara pembersihan roh fase pertama, dan atma wedana upacara pembersihan roh fase kedua. Di dalam areal museum juga ditanam 156 jenis tanaman untuk upacara.

(LN/K16/NB)
.
Digiqole Ad
Spread the love