Kembali Pimpin Kwarcab Pramuka Denpasar, Arya Wibawa Fokus pada Karakter, Budaya, dan Lingkungan
Tragedi Jalur Tengkorak Jembrana: Gagal Menyalip dari Kiri, Bocah 11 Tahun Meninggal Dunia
Foto: Ilustrasi

JEMBRANA, Letternews.net – Suasana duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana. Seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar berinisial SNN (11) menghembuskan napas terakhir setelah terlibat kecelakaan tragis di Jalur Utama Denpasar–Gilimanuk, KM 102-103, Desa Kaliakah, pada Kamis (16/4) sore.
Peristiwa memilukan ini bermula saat korban berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai oleh seorang remaja berusia 14 tahun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, motor tersebut mencoba mendahului sebuah truk Hino yang sedang melaju. Namun, upaya menyalip tersebut dilakukan dari sisi kiri jalan yang berisiko tinggi.
Nahas, saat tengah mendahului, terdapat truk lain yang sedang parkir di bahu jalan depan mereka. Hal ini menyebabkan pengendara motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Posisi jatuh yang tidak menguntungkan membuat korban SNN masuk ke kolong roda truk Hino yang sedang melaju, mengakibatkan luka yang sangat serius.
Ironisnya, sopir truk Hino tersebut sempat tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju meninggalkan lokasi kejadian. Namun, berkat kesigapan warga dan petugas, sopir truk berhasil diamankan pihak kepolisian sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, mengonfirmasi bahwa korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSU Negara akibat cedera berat yang dialaminya.
Tragedi ini kembali memicu keprihatinan publik mengenai keselamatan jalan raya di wilayah Jembrana. Faktor jalan bergelombang, bahaya menyalip dari sisi kiri, hingga pengawasan orang tua terhadap anak di bawah umur yang mengoperasikan kendaraan bermotor menjadi sorotan utama dalam insiden berdarah ini.
Editor: Rudi.







