
DENPASAR, Letternews.net — Komitmen Indonesia dalam memimpin transisi energi di kawasan Asia Tenggara semakin nyata. PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali menerima kunjungan strategis dari ASEAN Center for Energy (ACE) beserta delegasi internasional di Kantor PLTDG Pesanggaran, Denpasar, Kamis (2/4).
Kunjungan ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) lintas negara yang dihadiri delegasi dari Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Timor Leste, serta tim dari Palladium dan Green Grid Rising.
[irp]
Dalam forum yang berlangsung di Ruang Jempiring tersebut, Rizal Friansyah dari bidang Technician Engineering Efisiensi PLN Indonesia Power UBP Bali, memaparkan keberhasilan implementasi teknologi Solar Photovoltaic (Solar PV) yang telah dijalankan di Bali. Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah nyata PLN dalam mendukung target dekarbonisasi regional.
Paparan tersebut memicu diskusi dinamis. Para delegasi internasional tampak antusias mendalami teknis pemanfaatan energi surya di Bali sebagai solusi tantangan energi masa depan yang ramah lingkungan.
Secara terpisah, I Made Harta Yasa menekankan pentingnya sinergi ini sebagai nilai tambah bagi pengembangan EBT di kawasan ASEAN.
[irp]
“Dengan adanya knowledge sharing ini, besar harapan kami dapat membantu menambah wawasan serta memperkaya pengetahuan terkait pengembangan energi terbarukan,” ungkapnya.
Melalui pertemuan ini, PLN Indonesia Power UBP Bali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam mendukung sistem energi yang andal dan efisien. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi bersih guna menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Editor: Rudi.