LetterNews
04 November 2026
19:42 WITA
BREAKING Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Disorot, Mahfud MD Ingatkan Potensi Jeratan Pasal Makar Hingga Ancaman Hukuman Mati
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
04 June 2026 08:03 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 04 June 2026, 08:03 WITA

Sempat Dicari KPK Pasca-OTT Imigrasi Jakbar, Wamen Imipas Silmy Karim Akhirnya Menyerahkan Diri Jelang Tengah Malam

Foto: Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim

JAKARTA, Letternews.net – Dinamika penegakan hukum di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak sangat liar. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim (SK), disinyalir turut terseret dalam pusaran dugaan kasus korupsi pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA).

Nama mantan Dirjen Imigrasi periode 2023–2024 ini mencuat ke permukaan setelah tim Kedeputian Penindakan KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) maraton pada Rabu (3/6/2026). Nama Silmy muncul dari hasil pengembangan instan terhadap sejumlah pejabat Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Barat yang terjaring lebih awal.

[irp]

KPK Sempat Keluarkan Imbauan Kooperatif dan Lacak Posisi Target

Sebelum kedatangannya di markas antirasuah, tim penyidik sempat melakukan perburuan dan mendeteksi keberadaan Silmy Karim yang terkonfirmasi masih berada di seputaran wilayah Jakarta. Lembaga antirasuah bahkan sempat mengeluarkan imbauan terbuka agar Silmy bertindak kooperatif.

“Saat ini tim juga masih terus melakukan pencarian terhadap saudara SK yang merupakan Dirjen Imigrasi periode 2023-2024. Untuk itu, KPK mengimbau kepada pihak-pihak terkait agar bisa kooperatif sehingga bisa membantu dalam proses penanganan perkara ini,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026) malam.

Sinyal pencarian ini diperkuat oleh instruksi tegas dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Sebagai pimpinan kementerian, Agus menegaskan komitmen penuh institusinya untuk mendukung total langkah bersih-bersih yang dilakukan oleh KPK.

“Proses hukum yang berjalan wajib kita support dan saya minta untuk semua akomodatif. Saran saya ke beliau (Silmy Karim), ikuti prosesnya. Kita tidak tahu pengembangannya seperti apa, jadi lebih bagus segera di-clearkan,” ujar Agus Andrianto menanggapi situasi darurat tersebut.

[irp]

Detik-Detik Kedatangan di KPK: Diwarnai Kericuhan Ajudan dan Wartawan

Merespons tekanan publik dan imbauan internal kementerian, Silmy Karim akhirnya memutuskan mendatangi Gedung Merah Putih KPK. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, Wamen Imipas tiba sekira pukul 22.40 WIB dengan dikawal ketat oleh sejumlah ajudannya yang mengenakan pakaian safari.

Silmy tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang dan menjinjing sebuah tas kecil. Kedatangannya yang mendadak langsung memicu kericuhan kecil di lobi gedung.

  • Ketegangan di Lobi: Sejumlah ajudan Silmy terlibat aksi saling dorong dengan awak media yang mencoba mengabadikan momen visual dan mengambil posisi wawancara.

  • Respons Minim: Saat dihujani pertanyaan oleh wartawan mengenai alasan dirinya sempat dicari oleh tim penindakan, Silmy memilih irit bicara dan melemparkan pembelaan diplomatis.

  • Pernyataan Singkat: “Ya begini aja, baru menyelesaikan agenda,” kilas Silmy sembari berjalan cepat menghindari kejaran mikrofon jurnalis.

[irp]

Pemeriksaan Intensif di Lantai Dua Gedung Merah Putih

Setelah menyelesaikan prosedur administrasi singkat di meja resepsionis, Silmy Karim didampingi petugas langsung digiring naik menuju ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung Merah Putih KPK.

Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (4/6/2026) pagi, tim Kedeputian Penindakan KPK dilaporkan masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Silmy Karim guna menentukan status hukumnya dalam waktu $1 \times 24$ jam pasca-OTT.

Kasus ini diprediksi akan berbuntut panjang mengingat gurita bisnis pengurusan izin tinggal WNA disinyalir melibatkan jaringan birokrasi lintas daerah, di mana tim KPK sebelumnya dikabarkan juga tengah bergerak melakukan pengembangan operasi hingga ke wilayah Bali dan Jawa Barat.

Editor: Rudi.