Paguyuban Sedulur Kediri di Bali Rayakan HUT ke 3 Dengan Pagelaran Kuda Lumping

 Paguyuban Sedulur Kediri di Bali Rayakan HUT ke 3 Dengan Pagelaran Kuda Lumping

Foto: Warga Paguyuban Sedulur Kediri (PASEK) Bali

Letternews.net — Dalam rangka peringatan Hari Jadi Paguyuban Sedulur Kediri (PASEK) Bali ke-3, Tahun dan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024. Pasek Bali melaksanakan kegiatan Pentas Seni Jaranan tahun 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali. Minggu (18/8/2024)

BACA JUGA:  Perencanaan Dan Pelaksanaan Penataan Fasilitas Penunjang Pura Panti Pasek Wancing Buleleng

Parmanto Ketua Pasek menjelaskan, HUT Pasek Bali yang ke 3 ini adalah wujud kebahagiaan warga Kediri di Bali yang tahun ini bisa terselenggarakan Seni tari Kuda Lumping atau Jaranan, jadi salah satu budaya hiburan yang memperekatkan warga di rantau dalam bingkai budaya Bhineka Tunggal Eka.

“Ini acara kuda lumping untuk memeriahkan tujuh belasan dan merayakan hari jadi paguyuban warga kediri di Bali, serta hari ini acara hiburannya,” ungkap Parmanto.

BACA JUGA:  Banyak Warna Satu Rasa, Paguyuban Sedulur Kediri Bali Gelar Family Gathering

Kuda lumping, lanjutnya, merupakan pelestarian seni budaya sehingga pada kesempatan tersebut semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berantusias untuk menghadiri hiburan kuda lumping.

“Ini yang punya paguyuban warga kita sendiri, agar seni budaya semacam ini tidak hilang maka kita pertahankan karena semua kalangan menyukai hiburan semacam ini. Kegiatan Gelar Seni Jaranan ini melibatkan grup Jaranan New Singo Joyo dibawah pimpinan Bopo Subandrio,”imbuhnya.

Rudianto Sekjen Pasek Bali mengatakan. Antusiasnya warga Kediri di Bali menyambut Hari Ulang Tahun ini ditandai dengan berbondong-bondongnya warga menghadiri acara silahturahmi ini.

BACA JUGA:  Putra Pendiri Kampung Inggris Pare Jalankan Kolaborasi Internasional di Amerika

Wujud syukur yang disampaikan salah satu warga yang merasakan kebahagiaan dengan tontonan kuda lumping yang jarang sekali diadakan. Ditambah lagi dengan aksi kesurupan dari para penari sebagai seni budaya dalam permainan kuda lumping.

Warga berharap acara seperti ini bisa diadakan setiap tahunnya, dan semoga acara seperti ini selalu menjadi tradisi bagi warga rantau sekaligus memperkenalkan budaya kesenian ke generasi muda dengan keberagaman tradisi budaya ini agar kedepan dapat dipertahankan kelestariannya.

Reporter: Ros

 

.

Bagikan: