
DENPASAR, Letternews.net – Menjelang peringatan dua hari besar keagamaan yang jatuh berdekatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Gede Suralaga, menyampaikan pesan bermakna terkait pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata.
Saat dijumpai awak media di Denpasar, Selasa (17/3/2026), Gede Suralaga menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum istimewa untuk membuktikan kuatnya tali persaudaraan di Bali.
[irp]
Dengan penuh khidmat, Gede Suralaga mengawali pernyataannya dengan memberikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan memasuki masa penyepian. “Selamat Hari Raya Nyepi 2026, Tahun Baru Saka 1948 bagi saudara-saudara umat Hindu. Semoga keheningan Nyepi membawa kedamaian, kejernihan pikiran, dan kebahagiaan sejati bagi kita semua,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ia juga memberikan sapaan hangat bagi umat Muslim yang tengah bersiap menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga hati kembali bersih dan jiwa kembali tenang setelah menjalani bulan suci Ramadhan,” tambahnya.
[irp]
Sebagai pimpinan lembaga yang membidangi kesatuan bangsa, Gede Suralaga meyakini bahwa masyarakat Bali sudah memiliki kedewasaan dalam beragama. Ia menyebut toleransi bukan lagi sekadar slogan, melainkan fondasi hidup masyarakat Bali.
“Kami sangat meyakini bahwa Bali memiliki fondasi toleransi yang sangat kuat. Kami mengimbau masyarakat untuk saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing demi kenyamanan bersama,” tegasnya.
Menutup keterangannya, ia berharap agar spirit hari raya ini mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan daerah. “Semoga kedamaian dan kesejahteraan senantiasa menyertai kita semua,” pungkas Gede Suralaga.
Editor: Rudi.
