LetterNews
03 November 2026
06:14 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
30 May 2026 21:04 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 30 May 2026, 21:04 WITA

HUT ke-64 Bank BPD Bali: Gubernur Koster Beberkan 6 Pilar Strategis Demi Topang Ekonomi Kerthi Bali

Foto: Gubernur Koster saat memberikan pengarahan strategis serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (30/5/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa dan kontribusi nyata Bank BPD Bali yang dinilai konsisten berjalan selaras dengan visi pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat memberikan pengarahan strategis serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (30/5/2026).

Gubernur Koster mengingatkan bahwa sebagai lembaga perbankan milik daerah, Bank BPD Bali tidak boleh hanya berfokus pada orientasi mencari keuntungan finansial semata. Lebih dari itu, manajemen dituntut terus menumbuhkan kesadaran dan kekuatan kolektif agar mampu berkolaborasi secara luas di luar internal bank.

[irp]

Paparkan 6 Pilar Penguatan: Dorong Modal Inti Tembus Rp6 Triliun

Dalam arahannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa Bank BPD Bali harus bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang kuat, berdaya saing tinggi, berkelanjutan, serta menjadi penopang utama perekonomian krama Bali. Guna mewujudkan target besar tersebut, Gubernur memaparkan 6 pilar penguatan strategis yang wajib dibangun secara bertahap:

  1. Penambahan Modal Inti: Mendorong peningkatan modal inti dari posisi Rp5,8 Triliun menjadi di atas Rp6 Triliun, seiring peningkatan modal setor oleh para pemegang saham dari angka Rp3,6 Triliun.

  2. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan: Membangun infrastruktur gedung baru, menambah jajaran pengurus, meningkatkan kualitas SDM, serta mengoptimalkan sistem berbasis teknologi digital.

  3. Rebranding Berbasis Kearifan Lokal: Mengembangkan spirit korporasi baru yang berakar kuat pada filosofi kebudayaan Bali.

  4. Optimalisasi Kinerja Internal-Eksternal: Memacu efisiensi operasional guna memproduksi laba tinggi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

  5. Penyelarasan Ekonomi Kerthi Bali: Menyalurkan fasilitas kredit secara masif kepada 6 sektor unggulan (Pertanian/Peternakan, Kelautan/Perikanan, Industri Manufaktur, IKM/UMKM/Koperasi, Ekonomi Kreatif/Digital, dan Pariwisata).

  6. Menjadi Kebanggaan Masyarakat Bali: Mendukung implementasi nilai Sad Kerthi, menjadi mainstream keuangan daerah, serta memperkuat militansi krama Bali untuk mewujudkan Bali Dwipa Jaya.

“Memahami data akan membuat tata kelola keuangan tersalurkan dengan optimal. Perbaikan sistem berbasis digital harus terus digenjot dari tahun ke tahun agar Bank BPD Bali mampu mengepakkan sayap secara seimbang dan bersinergi,” tegas Gubernur Koster.

[irp]

Aset Tembus Rp43 Triliun, Pertumbuhan UMKM Bali Libas Angka Nasional

Merespons arahan tersebut, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mengawal dan menyukseskan peta jalan pembangunan Bali ke depan. Komitmen ini dibuktikan lewat torehan kinerja keuangan yang sangat impresif hingga pertengahan tahun ini.

Hingga periode Mei 2026, aset Bank BPD Bali tercatat tumbuh positif sebesar 8,19 persen dengan nominal mencapai Rp43 Triliun 117 Miliar. Lompatan paling membanggakan terlihat pada sektor riil, di mana pertumbuhan kredit UMKM Bali berhasil melesat di atas 11 persen—jauh melibas pertumbuhan UMKM tingkat nasional yang rata-rata hanya bertengger di angka 1 persen.

“Mengangkat tema ‘Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas’, kami optimis seluruh lini di bawah naungan Bank BPD Bali, termasuk 17 Kantor Cabang dan 38 Kantor Cabang Pembantu, mampu menjadi partner kerja strategis yang selalu berkolaborasi demi mewujudkan Bali yang sejahtera,” pungkas Nyoman Sudharma.

Editor: Rudi.