
DENPASAR, Letternews.net – Kawasan perkantoran Renon, tepatnya di depan Kantor Gubernur Bali dan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Bali-Nusra, mendadak mencekam dan dipenuhi aroma tidak sedap pada Kamis (16/4) pagi. Sekitar pukul 10.25 WITA, ratusan truk yang tergabung dalam Forum Swakelola Sampah Bali (SSB) tiba dan memadati akses jalan dengan muatan penuh sampah.
Pantauan di lokasi menunjukkan truk-truk tersebut berderet rapi namun mengeluarkan bau menyengat yang menusuk hidung, menciptakan suasana yang tidak biasa di pusat pemerintahan Provinsi Bali tersebut.
[irp]
Aksi ini merupakan bentuk protes damai para sopir dan pengelola sampah swakelola atas kebijakan pembatasan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang sudah mulai diberlakukan secara ketat sejak 1 April lalu. Pembatasan ini dinilai menyulitkan operasional pengangkutan sampah di tingkat rumah tangga dan komersial.
Aparat Kepolisian dari Polresta Denpasar pun telah bersiaga di titik-titik strategis guna menjaga kondusivitas dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat volume truk yang luar biasa besar.
[irp]
Menariknya, aksi ini berlangsung saat Gubernur Bali bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dilaporkan telah berada di dalam Kantor PPLH Bali untuk melakukan koordinasi. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan aksi masih menunggu kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemangku kebijakan.
Warga dan pengguna jalan diimbau untuk sementara waktu menghindari kawasan Renon guna menghindari kemacetan dan paparan bau menyengat dari muatan truk peserta aksi.
Editor: Rudi.