LetterNews
03 November 2026
14:08 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
16 March 2026 21:24 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 16 March 2026, 21:24 WITA

Koster Siapkan ‘Karpet Merah’ Budaya untuk 43 Negara Peserta CHANDI Summit 2026

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster siap dukung penuh CHANDI Summit 2026. Forum budaya internasional bertema "Culture in Action" ini akan digelar di Nusa Dua, Agustus mendatang.

DENPASAR, Letternews.net – Pulau Dewata kembali bersiap menjadi panggung diplomasi budaya kelas dunia. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam menyukseskan perhelatan CHANDI Summit 2026 (Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation) yang diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Kepastian ini disampaikan Koster saat menerima audiensi Sekjen Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, di Kantor Gubernur Bali, Senin (16/3/2026) pagi. Forum internasional yang mengusung tema “Culture in Action” ini dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di kawasan Nusa Dua, Badung.

[irp]

Melanjutkan Kesuksesan Global

Bambang Wibawarta menjelaskan bahwa dipilihnya Bali kembali sebagai tuan rumah tidak lepas dari kesuksesan luar biasa tahun lalu. Tercatat, sebanyak 5.000 peserta dari 43 negara hadir secara langsung, sementara siaran tunda kegiatan tersebut berhasil menjaring lebih dari empat juta penonton di seluruh dunia.

“Bali memiliki daya tarik yang kuat untuk mempertemukan narasi kebudayaan antarnegara,” ungkap Bambang saat memaparkan rencana agenda yang mencakup diskusi tematik hingga sarasehan budaya.

[irp]

Nuansa Budaya yang Lebih Kuat

Menanggapi rencana besar tersebut, Gubernur Koster menginstruksikan agar perhelatan tahun ini harus memiliki “roh” budaya yang lebih kental. Ia menawarkan dukungan penuh mulai dari dekorasi, pementasan gamelan, hingga fragmen tari yang merepresentasikan tema besar konferensi.

“Kita bisa dukung dekorasi untuk welcoming dinner dan acara inti, menghadirkan tari dan gamelan. Bahkan, kita siapkan instalasi bertema ogoh-ogoh sebagai bukti kreativitas budaya Bali yang terus beregenerasi di kalangan anak muda,” ujar Koster.

[irp]

Implementasi Ajaran Bung Karno

Koster menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah berbasis penguatan kebudayaan. Ia merujuk pada prinsip Trisakti Bung Karno, khususnya poin “berkepribadian dalam kebudayaan,” sebagai landasan strategis menjaga identitas Bali di panggung global.

“Budaya di Bali itu hidup dan berkembang secara alami di tengah masyarakat. Melalui forum ini, kita ingin memperkuat posisi Bali sebagai pusat diplomasi budaya dunia,” pungkasnya.

Editor: Rudi.