LetterNews
04 November 2026
19:43 WITA
BREAKING Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Disorot, Mahfud MD Ingatkan Potensi Jeratan Pasal Makar Hingga Ancaman Hukuman Mati
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
29 June 2026 20:25 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 29 June 2026, 20:25 WITA

Gerak Cepat di London: Wayan Koster Gandeng BIFFA dan TfL, Siapkan Bali Jadi Percontohan Sistem Sampah EPR dan Transportasi Listrik Sarbagita

Foto: Wayan Koster bersama tim mendaratkan serangkaian safari birokrasi, dimulai dari kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London yang diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya.

LONDON, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, langsung tancap gas setibanya di London, Inggris, dalam rangkaian menghadiri London Climate Action Week 2026. Sejak mendarat pada Minggu (21/06/2026), Wayan Koster bersama tim mendaratkan serangkaian safari birokrasi, dimulai dari kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London yang diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya.

Pertemuan awal di KBRI tersebut menjadi jembatan diskusi strategis mengenai perluasan kran investasi, pendidikan, pariwisata, hingga cetak biru pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan program prioritas Provinsi Bali.

[irp]

Tinjau BIFFA Inggris: Bali Dibidik Jadi Percontohan Regulasi Sampah Nasional (EPR)

Keseriusan penanganan lingkungan berlanjut pada Senin (22/06/2026) pagi. Gubernur Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan lapangan ke BIFFA, perusahaan pengolahan limbah dan daur ulang terbesar di Inggris.

Di sana, mereka meninjau langsung efektivitas mesin modern dalam memilah sampah non-organik rumah tangga dan industri menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Usai meninjau pabrik, Gubernur Koster dan Menteri LH menggelar rapat intensif bersama manajemen BIFFA dan PACK UK guna mengupas tuntas implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) — kebijakan yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas limbah kemasan produk mereka.

“Kami di Bali sebenarnya sudah melangkah maju dengan menyiapkan kajian awal untuk rancangan Peraturan Daerah (Perda) terkait tanggung jawab tambahan produsen (EPR) ini. Namun, finalisasinya masih menunggu Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) turunan UU Nomor 18 Tahun 2008 yang sedang digodok kementerian,” ungkap Wayan Koster dalam rapat tersebut.

Merespons hal itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa Perpres tersebut akan segera dirampungkan dalam waktu dekat. Kementerian Lingkungan Hidup secara resmi menunjuk Pulau Bali untuk menjadi daerah percontohan (pilot project) pertama di Indonesia dalam penerapan regulasi ketat EPR ini.

[irp]

Sinergi PwC dan Transport for London: Rancang Sistem Integrasi Kendaraan Listrik Sarbagita

Tak berhenti di masalah limbah, pada Senin sore pukul 14.00 WITA (waktu London), Gubernur Wayan Koster mengadakan pertemuan tertutup dengan raksasa konsultan dunia PricewaterhouseCoopers (PwC) serta Transport for London (TfL) — otoritas pengelola transportasi publik kota London.

Pertemuan ini fokus mengevaluasi perkembangan Future Cities Infrastructure Programme (FCIP) di Bali sekaligus menyerap ilmu tata kelola, sistem pembiayaan, dan integrasi transportasi massal berkelanjutan dari London.

Di hadapan petinggi PwC dan TfL, Wayan Koster memaparkan pondasi hukum transisi hijau Bali yang tertuang dalam Perda Bali Energi Bersih (Pergub No. 45/2019) dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Pergub No. 48/2019). Semua inisiatif tersebut, jelas Koster, berakar dari visi luhur Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Kami secara resmi mengajak PwC untuk berkolaborasi dan bekerja sama merancang model transportasi ramah lingkungan yang terintegrasi berbasis listrik. Target utamanya adalah implementasi pada kawasan metropolitan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau yang dikenal sebagai kawasan Sarbagita,” urai Koster secara lugas.

Melalui kerja sama rancang bangun ini, sistem transportasi massal di Sarbagita diharapkan mampu mengadopsi model mobilitas modern seperti di London guna mengurai kemacetan sekaligus menekan emisi karbon di pusat-pusat pariwisata Bali.

Editor: Rudi