
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Manuver Lapangan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Kodam IX/Udayana di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Sabtu (8/8/2026).
Manuver lapangan yang berlangsung pada 3–9 Agustus 2026 ini berfokus pada simulasi taktis penanganan darurat bencana alam secara terpadu. Ajang ini sekaligus menjadi sarana penguatan koordinasi antara matra TNI dan instansi sipil terkait di kawasan pesisir.
“Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen penuh mendukung penguatan kesiapsiagaan dan sinergi lintas instansi. Simulasi ini penting agar penanganan keadaan darurat bencana di Bali dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Gubernur Koster di sela kegiatan.
BACA JUGA:Kenali Hak dan Kewajiban Wajib Pajak UMKM
[irp]
Latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan prosedur posko, efektivitas komunikasi antarpersonel, hingga penerapan Prosedur Operasional Standar (SOP) saat terjadi kondisi darurat bencana alam.
Beberapa poin penting terkait pelaksanaan Manuver Lapangan LKO Kogabwilhan II meliputi:
Penguatan Sinergi Sipil-Militer: Mengintegrasikan kekuatan TNI dari berbagai matra dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi bencana di wilayah pesisir Bali.
[irp]
Kehadiran Petinggi TNI-Polri: Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pangkogabwilhan II, Pangdam IX/Udayana, Kasdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danlanal, Danlanud, Wadan Diklat Pusat, serta Wakapolda Bali.
Kesiapan Wilayah Pesisir: Memastikan kesiapsiagaan tanggap darurat di titik-titik vital pariwisata dan pesisir Pulau Dewata.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan militer ini menegaskan kesolidan Bali dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat maupun wisatawan dari ancaman bencana alam.
Editor: Rizal