Pemanfaatan PMT Bergizi Sebagai Media Penyuluhan di Posyandu

 Pemanfaatan PMT Bergizi Sebagai Media Penyuluhan di Posyandu

Foto: Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes. Ni Putu Agustini, SM.,M.Si.

Digiqole Ad

Letternews.id — Sampai saat ini Posyandu masih merupakan ujung tombak kegiatan pemantauan pertumbuhan balita. Salah satu kegiatannya adalah penyuluhan yang dilaksanakan di meja IV. Kegiatan pada meja IV sistem 5 meja posyandu memegang peranan penting untuk menyampaikan penyuluhan hasil pemantauan. Media yang digunakan meliputi food model, bahan makanan, lembar balik menuju keluarga sehat, leaflet, dan contoh menu. Pada kegiatan posyandu juga dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT). Kegiatan ini akan lebih optimal apabila disertai dengan penyuluhan dan dapat dilaksanakan secara terintegrasi di meja IV.

BACA JUGA:  Kelurahan Sesetan Laksanakan Bersih Bersih Serentak Guna Wujudkan Desa Kedas dan Sehat

PMT diberikan pada saat kegiatan posyandu berupa biskuit bantuan pemerintah sebagai PMT penyuluhan. PMT ini sering dikombinasikan dengan PMT swadana masyarakat seperti buah segar, biskuit, susu UHT, bubur kacang hijau, pudding dan sebagainya. Kandungan zat gizi PMT yaitu energi berkisar antara 200-300 kkal dan protein 5-10 gram, yang dapat memenuhi 20-30 persen kebutuhan zat gizi balita.

Untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu memberi penyuluhan dan membuat “nugget” tinggi protein telah dilaksanakan pelatihan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah seluruh kader posyandu di wilayah Desa Kesiman Kertalangu Denpasar Timur. Tujuan kegiatan adalah kader posyandu yang mengikuti pengabdian masyarakat dapat memahami dan membuat PMT pudding & nugget dan selanjutnya dapat diaplikasikan pada kegiatan penyuluhan di posyandu.

Kegiatan pengabmas menggunakan metode ceramah dan demontrasi dengan cara penyampaian materi menggunakan alat bantu computer, LCD dan demonstrasi. Kegiatan demontrasi yang dilaksanakan adalah pembuatan pudding dan nugget sebagai PMT pada kegiatan posyandu. Evaluasi tingkat kesukaan menggunakan metode angket dan membandingkan nilai pre-testposttest.

Pelatihan dilaksanakan dua sesi yaitu sesi pagi dan sesi siang menyesuaikan daya tampung ruangan sehingga dapat diterapkan protokol kesehatan secara ketat (memakai masker, menjaga jarak & hand sanitizer). Pelatihan diawali dengan acara pembukaan yaitu sesi pagi dibuka oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu (Made Suena, ST.) dan sesi siang dibuka oleh Kepala Puskesmas Denpasar Timur II (Dr. Made Buda Wisnawa, M.Kes.).

Kegiatan dilanjutkan dengan pre-test dan pemaparan materi meliputi sistem 5 meja posyandu, kegiatan di meja IV dan resep nugget dan pudding. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan pre-test dan post-test dengan hasil sebagai berikut: pre-test 8,8 ± SD. 1,1 dan post-test 8,9 ± SD. 1,2.

Demontrasi pembuatan PMT nugget ini melibatkan peserta dan diikuti secara antusias. Proses pembuatannya sebagai berikut: a) Bahan (600 g ayam cincang, 3 lembar roti tawar tanpa kulit, 200 mlsusu UHT, 2 sdm tepung roti putih, 2 sdm tepung terigu, 2 sdm tepung tapioka,100 g wortel, 50 g daun pre, 1 btr telur ayam), b) Bumbu (2 siung bawang putih, 2 sdt garam, 1 sdt lada bubuk, 1 sdt gula pasir, 1 sachet kaldu bubuk ayam, 3) Pelapis (100 g tepung terigu, 150 g tepung roti,1 btr telur ayam).

Langkah-Langkah pembuatan sebagai berikut: 1) Blender roti tawar dan susu sampai teksturnya lembut, 2) Masukkan ayam, telur, tepung roti, tepung terigu, tepung tapioka, wortel, daun pre dan bumbu. Blender sampai halus dan tercampur rata, 3) Tuang adonan ke dalam loyang yang telah diolesi minyak, ratakan permukaannya, kemudian kukus selama 30 menit. Tutup kukusan diberi serbet bersih agar air tidak menetes ke nugget 4) Angkat nugget yang telah matang, tiriskan, tunggu sampai dingin, kemudian dipotong sesuai selera, 5)Balut nugget dengan tepung terigu, celupkan ke telur lalu gulingkan ke tepung roti. Lakukan sampai semua nugget habis, 6) Goreng nuget ke dalam minyak panas sampai berwarna kuning kecoklatan, 7) Sajikan selagi hangat.

BACA JUGA:  Warga Terseret Arus di Pantai Lembeng

Hasil uji tingkat kesukaan panelis yang dilakukan oleh kader posyandu meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur secara umum disukai dan sangat disukai. Apabila seorang balita berumur 11 bulan mengkonsumsi 50 gram nugget ini akan dapat memenuhi kebutuhan zat gizi 10% energi, 53,3% protein, 16,8% lemak. Hal ini menunjukkan contoh PMT berupa nugget sangat mungkin untuk diaplikasikan pada kegiatan posyandu sebagai pelengkap media di meja IV (Penyuluhan). Selanjutnya ibu balita di rumah masing-masing dapat mencoba membuatkan balitanya jajanan yang diberikan diantara waktu makan pagi-siang atau siang-malam.

 

Pelaksanaan demontrasi pembuatan nugget diikuti dengan antusias oleh peserta. Hasil pre-test dan post-test secara rata-rata terdapat peningkatan. Nugget yang dicicip oleh peserta dinilai dengan suka dan sangat suka. Pudding yang dicicipi juga disukai peserta. Hasil ini menunjukkan nugget sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai variasi PMT pada saat penyuluhan di posyandu.

Ditulis Oleh:

Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes.
Ni Putu Agustini, SM.,M.Si.

.
Digiqole Ad
Bagikan: