Bukan Sekadar Janji! PSEL Denpasar Raya Jadi Jawaban “Emas” Koster Atasi Kepungan Sampah Bali

 Bukan Sekadar Janji! PSEL Denpasar Raya Jadi Jawaban “Emas” Koster Atasi Kepungan Sampah Bali

Foto: Penandatanganan kerja sama PSEL Denpasar Raya oleh Gubernur Koster, Bupati Adi Arnawa, dan Wali Kota Jaya Negara.

DENPASAR, Letternews.net – Di tengah sorotan tajam publik terhadap krisis sampah yang kian mengkhawatirkan, sebuah langkah strategis akhirnya ditegaskan. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Kantor Gubernur Bali, Senin (13/4/2026).

Momentum ini menjadi simbol komitmen tiga pilar utama kawasan Denpasar Raya—Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara—untuk menjawab polemik lingkungan yang telah lama menghantui Pulau Dewata.

BACA JUGA:  Jaya Negara dan Arya Wibawa Kembali Dilantik Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Lanjutkan Pembangunan Wujudkan Denpasar Maju, Penanganan Sampah, Kemacetan dan Pengembangan SDM Jadi Prioritas

Saat ini, Bali menghadapi tekanan serius akibat pembatasan operasional TPA Suwung yang memicu fenomena pembakaran liar dan pembuangan sampah ke sungai. Kondisi “kepungan sampah” ini menjadi ironi bagi Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. PSEL hadir sebagai tumpuan harapan baru.

“Kerja sama ini mencakup penyiapan infrastruktur pendukung sebagai fondasi utama. PSEL bukan sekadar penanganan sementara, tapi solusi jangka panjang berbasis teknologi ramah lingkungan,” tegas Gubernur Koster dalam pertemuan tersebut.

PSEL Denpasar Raya dirancang menggunakan teknologi canggih berstandar Eropa dengan sistem yang meminimalkan limbah turunan serta emisi. Proyek ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026. Dengan adanya kesepakatan resmi ini, hambatan administratif dan minat investor yang sebelumnya minim kini mulai menemui titik terang.

BACA JUGA:  Denpasar Bebas Kumuh: Walikota Jaya Negara Percepat Perbaikan Infrastruktur di Kawasan Karya Makmur

Bupati Badung Adi Arnawa dan Wali Kota Jaya Negara turut menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah adalah satu-satunya jalan keluar. Penandatanganan ini membawa pesan kuat: Bali tidak diam. Pemerintah memilih melangkah dengan pendekatan terintegrasi untuk mengubah masalah sampah menjadi nilai tambah berupa energi bagi masa depan.

Meski tantangan implementasi dan pengawasan masih menanti, PSEL Denpasar Raya kini menjadi titik balik paling menentukan dalam menata ulang keasrian Pulau Dewata.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: