
DENPASAR, Letternews.net – Kuliner Bali bukan sekadar babi guling atau ayam betutu. Hal inilah yang ditegaskan oleh Chef Kadek Yuniantara, seorang Professional Chef & Food Enthusiast berpengalaman yang kini menakhodai dapur di Sudamala Resort, Sanur.
Dalam perbincangan hangat bersama wartawan Letternews, Kamis (05/02/2026), Chef Kadek menyoroti potensi besar makanan lokal khas daerah, salah satunya adalah Babi Genyol asal Tabanan dan Tipat Belayag, untuk diperkenalkan ke kancah internasional.
[irp posts=”23119″ ]
Babi Genyol dikenal dengan teksturnya yang sangat lembut dan bumbu base genep yang meresap sempurna. Namun, menu ini masih jarang ditemukan di daftar menu restoran atau hotel berbintang di Bali.
“Sebagai chef, kita harus berani menonjolkan makanan daerah yang memiliki sejarah kuat. Babi Genyol adalah sensasi kuliner lokal yang sangat khas. Sudah saatnya menu-menu seperti ini naik kelas dan diperkenalkan kepada tamu mancanegara agar mereka tahu bahwa khazanah kuliner Bali sangat luas,” ujar Chef Kadek Yuniantara.
[irp posts=”23112″ ]
Selain Babi Genyol, Chef Kadek juga mendorong rekan sejawatnya untuk mulai melirik dan menjual Tipat Belayag. Perpaduan ketupat khas dengan kuah kental dan aneka lauk tradisional ini dinilai memiliki profil rasa yang unik dan eksotis bagi lidah wisatawan asing.
Menurutnya, peran chef bukan hanya memasak, tetapi juga sebagai duta budaya melalui piring saji.
“Kita harus menjadi pionir dalam memperkenalkan jati diri Bali lewat makanan. Jangan sampai makanan yang punya nilai sejarah tinggi justru hilang karena kita terlalu fokus pada menu internasional,” tambahnya.
[irp]
Melalui pengalamannya di Sudamala Resort Sanur, Chef Kadek terus bereksperimen menggabungkan teknik memasak modern tanpa menghilangkan autentisitas rasa lokal. Ia percaya bahwa dengan presentasi yang tepat, makanan tradisional seperti Babi Genyol bisa memberikan pengalaman fine dining yang tak terlupakan bagi para pelancong.
Editor: Rudi.