
DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi seiring tingginya intensitas curah hujan di awal musim peralihan.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, memimpin langsung Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Bencana di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11/2026).
Apel siaga tersebut melibatkan 446 personel gabungan dari unsur Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Ditpolairud, Polres Bandara, BPBD Provinsi Bali, Basarnas Bali, hingga tim medis tenaga kesehatan, didukung 42 unit kendaraan operasional dan sarana penyelamatan terpadu.
Dalam amanatnya, Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan kebutuhan mendesak bagi Pulau Dewata yang bertumpu pada sektor pariwisata. Ancaman banjir, tanah longsor, hingga abrasi pantai tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan citra internasional Bali.
“Kejadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama,” tegas Wagub Giri Prasta di Denpasar, Kamis (5/11/2026).
Giri Prasta meminta seluruh komando lintas sektor—termasuk keterlibatan aktif desa adat—untuk memperkuat koordinasi, mengoptimalkan pemantauan sistem peringatan dini BMKG, serta memastikan seluruh alat operasional dalam kondisi prima tanpa hambatan teknis.
Penyelenggaraan mitigasi bencana ini, lanjut Giri Prasta, merupakan wujud konkret implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga keseimbangan alam beserta isinya.
“Dengan semangat menyama braya, mari satukan tekad untuk siaga sebelum bencana, siap saat bencana, dan bangkit setelah bencana. Jadilah yang terdepan menjaga Bali dengan hati dan aksi nyata, demi Bali yang aman, nyaman, dan lestari,” ujar Giri Prasta.
Usai apel, Wagub Giri Prasta bersama Kapolda Bali Brigjen Pol Pasma Royce dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan pasukan, armada kendaraan, serta kelengkapan taktis di lapangan.