
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyerahkan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group kepada sejumlah kelompok seni dan desa adat di Kabupaten Buleleng. Penyerahan berlangsung penuh kehangatan di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10/2026).
Bantuan program tanggung jawab sosial tersebut disalurkan untuk memperkuat pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali yang menjadi benteng identitas pulau dewata. Adapun besaran nilai CSR yang diterima para kelompok bervariasi sesuai tingkat kebutuhan, berkisar antara Rp50 juta hingga Rp350 juta.
Sejumlah penerima bantuan di Kabupaten Buleleng tersebut meliputi Banjar Adat Bukit Seni Desa Sembiran, Sekehe Angklung Genta Kencana Desa Bengkel (Busungbiu), Sekaa Baris Buleleng Desa Adat Pacung (Tejakula), Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh Desa Sembiran, Karang Wreda Samirana Santhi Desa Sembiran, Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung, serta Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas.
Dalam arahannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih mendalam kepada manajemen St. Regis Bali Resort atas komitmen nyata dan kepercayaannya mendukung penguatan kebudayaan Bali.
“Bali memiliki kekayaan adat dan seni budaya yang sangat unik di dunia. Kita semua wajib menjaga dan melestarikannya secara bersama-sama. Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik, bijak, dan bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan seni di desa adat,” tegas Gubernur Koster.
Sementara itu, Director of Marketing & Communications St. Regis Bali Resort, Clarissa Claudia, menegaskan bahwa penyerahan CSR ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan sektor swasta dalam menyokong visi dan kebijakan Pemprov Bali menjaga keaslian tradisi lokal.
“Program CSR ini dirancang untuk mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam melestarikan adat dan budaya Bali. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral serta kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat dan kebudayaan setempat,” ujar Clarissa.