
DENPASAR, Letternews.net – Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., M.H., memimpin langsung Upacara Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASLINMAS dan ABPEDNAS Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (19/9/2026). Momentum bersejarah ini menjadi penanda makin kokohnya komitmen Kejaksaan RI dalam memperkuat penegakan hukum, pencegahan korupsi, serta pengawalan dana desa dari tingkat akar rumput melalui Program Jaksa Garda Desa.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jimpinan tinggi Kejaksaan Agung, termasuk JAM-Intelijen Prof. Dr. Reda Manthovani dan Kepala Badan Pemulihan Aset Dr. Patris Yusrian Jaya. Hadir pula Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, jajaran Forkopimda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Setiawan Budi Cahyono, serta para Bupati dan Wali Kota se-Bali.
“Melalui Program Jaksa Garda Desa, Kejaksaan tidak hanya berperan sebagai penegak hukum di ruang sidang, tetapi juga mitra strategis dalam mewujudkan tata kelola desa yang bersih, transparan, dan sejahtera,” tegas Jaksa Agung Burhanuddin.
Rangkaian pengukuhan diawali dengan pemeriksaan pasukan, penghormatan Pataka ASLINMAS Swajalakartika Satyaprajakottama, pembacaan naskah pengukuhan, serta penguncapan ikrar pengurus. Pengurus menegaskan komitmen ASLINMAS sebagai “Patriot Pelindung Masyarakat” dan ABPEDNAS sebagai penggerak “Membangun Desa, Menata Kota untuk Indonesia Maju”. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan pin jabatan dan penyerahan bendera pataka secara simbolis.
Selain aspek penegakan hukum, acara ini diisi dengan penandatanganan kerja sama antara DPP ASLINMAS dan PT Pegadaian, penyerahan Bantuan Beras Bahagia, serta pelepasan ratusan burung sebagai wujud kepedulian sosial-ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Kajati Bali Setiawan Budi Cahyono mengungkapkan antusiasme luar biasa masyarakat Bali dalam mendukung Jaksa Garda Desa. Berdasarkan data per 18 September 2026, keanggotaan ASLINMAS Bali mencapai 14.533 orang (terbanyak di Buleleng dengan 4.063 anggota), sementara ABPEDNAS menghimpun 7.910 anggota (terbanyak di Tabanan dengan 925 anggota BPD aktif).
“Data ini membuktikan tingginya kesadaran hukum dan semangat gotong royong warga Bali untuk mengawal dana desa serta mencegah korupsi. Kami mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga integritas dan netralitas. Netralitas adalah harga mati,” tegas Setiawan Budi Cahyono.