Soal Klaim Proyek Shortcut Bedugul–Singaraja, Pegiat Antikorupsi Minta Narasi Tak Bikin Publik Tertawa
Foto: Pegiat antikorupsi asal Buleleng, Gede Angastia

SINGARAJA, Letternews.net – Pegiat antikorupsi asal Buleleng, Gede Angastia, melontarkan kritik pedas terkait pernyataan oknum Anggota DPR RI asal Singaraja di sebuah tayangan podcast. Pernyataan yang mengklaim diri sebagai pejuang utama proyek strategis pembangunan Shortcut Jalan Bedugul–Singaraja dinilai keliru dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Gede Angastia menegaskan, rekam jejak pembangunan infrastruktur vital yang menghubungkan Bali Utara dan Bali Selatan tersebut memiliki riwayat sejarah yang panjang serta melibatkan berbagai pihak, bukan hasil perjuangan perorangan.
“Publik dan netizen di Bali sudah cerdas. Semua tahu sejarahnya. Awal mulanya dirintis sejak zaman Pak Mangku Pastika, kemudian terkendala pembebasan lahan. Lalu perjuangan itu dilanjutkan secara konkret oleh Pak Wayan Koster ke pemerintah pusat hingga terealisasi,” tegas Angastia di Singaraja, Selasa (21/7/2026).
Soroti Rekam Jejak dan Manuver Politik 2029
Anggastia menilai klaim sepihak tersebut sangat menggelikan dan justru memicu gelombang kritik di masyarakat. Ia mempertanyakan kontribusi nyata politisi senior tersebut bagi kemajuan pembangunan masyarakat Bali selama menjabat di Senayan.
Pihaknya bahkan mengingatkan riwayat masa lalu terkait dinamika pengalihan alokasi anggaran daerah yang pernah memicu sorotan di internal dewan.
Beberapa poin krusial yang disoroti oleh Gede Anggastia meliputi:
-
Historis Proyek Shortcut: Pembangunan Shortcut Jalan Bedugul–Singaraja merupakan kerja berkelanjutan antar-pemerintah daerah dan pusat, dari era kepemimpinan terdahulu hingga dituntaskan secara masif di era Gubernur Wayan Koster.
-
Dugaan Orientasi Politik 2029: Pembentukan opini publik melalui podcast disinyalir sebagai manuver politik awal guna mengukur kekuatan (power) menuju Kontestasi Pilkada Bali 2029.
-
Pendidikan Politik Edukatif: Pimpinan dan kader partai politik diimbau memberikan teladan serta pendidikan politik yang sehat, tanpa mengklaim kerja keras pihak lain.
Ajakan Bersatu Membangun Bali
Lebih lanjut, Anggastia mengajak seluruh tokoh masyarakat, pejabat publik, dan politisi asal Bali untuk menyatukan visi dalam membangun Pulau Dewata tanpa sekat warna partai maupun kepentingan personal.
Ia berharap para wakil rakyat fokus menghadirkan program yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas, seperti pembangunan sarana pendidikan, pembenahan fasilitas publik, serta penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Mari kita bersama-sama membangun Bali secara harmonis dan humanis. Jangan saling menjatuhkan atau mencari panggung politik di belakang layar. Bekerjalah dengan bukti nyata yang bermanfaat bagi krama Bali,” pungkasnya.
Editor: Rudi









