
JEMBRANA, Letternews.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana secara resmi memulai gerakan masif digitalisasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos). Tidak tanggung-tanggung, demi mengejar akurasi data kemiskinan dan bantuan sosial, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jembrana kini dikerahkan langsung ke lapangan.
Terhitung mulai Jumat (10/7/2026), ratusan ASN Jembrana resmi melepas rutinitas balik meja mereka untuk bertransformasi menjadi “Agen Perlinsos”. Para abdi negara ini diterjunkan langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data sosial berbasis aplikasi digital.
[irp]
Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana, I Made Budiasa, menjelaskan bahwa pengerahan ASN ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Langkah berani ini diambil untuk merombak total tata kelola data penerima bantuan agar terbebas dari masalah data ganda maupun salah sasaran.
“Sesuai dengan amanat dan arahan pimpinan, Bapak Bupati I Made Kembang Hartawan, mulai hari ini seluruh ASN kita bergerak ke lapangan sebagai Agen Perlinsos. Mereka kini memegang tanggung jawab besar sebagai ujung tombak validasi data sosial krama Jembrana,” tegas Sekda Budiasa.
Menurut Budiasa, keterlibatan ASN dinilai akan meningkatkan integritas dan transparansi proses pendataan. Dengan menggunakan aplikasi digital khusus, para petugas lapangan akan langsung memverifikasi identitas keluarga, kondisi riil sosial ekonomi, hingga kelayakan objektif calon penerima manfaat.
[irp]
Pergerakan Agen Perlinsos ini akan menyasar seluruh wilayah Kabupaten Jembrana tanpa terkecuali. Setiap ASN telah dibagikan peta wilayah penugasan spesifik dan diwajibkan berkoordinasi erat dengan pihak pemerintah desa serta kelurahan setempat.
Target Satu Data Perlinsos Jembrana: Pemkab Jembrana memasang target tinggi di mana proyek digitalisasi ini harus rampung dalam waktu kurang dari satu bulan. Hingga 31 Juli 2026, seluruh Kepala Keluarga (KK) di Jembrana ditargetkan sudah tersaring dan masuk ke dalam basis sistem digital Perlinsos.
“Kami ingin mewujudkan satu data perlindungan sosial yang akurat, mutakhir, dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Data inilah yang nantinya menjadi pondasi utama eksekusi kebijakan sosial dan penyaluran bantuan di masa depan,” tambah Made Budiasa.
Di akhir arahannya, Pemkab Jembrana mengetuk hati masyarakat luas untuk ikut menyukseskan program ini dengan memberikan data yang jujur dan benar kepada petugas. Sinergi antara komitmen ASN, kesiapan teknologi, dan kejujuran warga menjadi kunci utama lahirnya sistem perlindungan sosial yang transparan di Gumi Makepung.
Editor: Lilla
Mari bergabung bersama kami!
Gabung di saluran Whatsapp resmi kami: Klik di Sini
Gabung di Grup Whatsapp Pembaca Setia kami: Klik di Sini