Diduga Produksi Konten Pornografi di Kamar Hotel, Pasangan Asal Kediri Digerebek Polres Tulungagung
Mengenal Tenun Endek Bali: Filosofi, Proses Pembuatan, dan Geliat UMKM Jegeg Tri Busana
Foto: Simak kisah perjalanan Jegeg Tri Busana dalam melestarikan Tenun Endek Bali selama 13 tahun. Dari filosofi ngendek hingga menjadi penggerak ekonomi lokal di Denpasar.

DENPASAR, Letternews.net – Tenun endek bukan sekadar sehelai kain, melainkan representasi nilai, tradisi, dan identitas masyarakat Bali yang diwariskan lintas generasi. Jika di Pulau Jawa dikenal batik sebagai simbol budaya, maka endek adalah napas kehidupan tekstil di Pulau Dewata.
Istilah “endek” berasal dari kata “ngendek”, yang berarti diam atau tetap, merujuk pada warna benang yang tidak berubah saat melalui proses pencelupan. Filosofi ini mencerminkan keteguhan nilai budaya Bali yang tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Secara teknis, endek merupakan kain tenun ikat pakan dengan tingkat kesulitan tinggi. Berbeda dengan kain gringsing yang bersifat sakral, endek memiliki fleksibilitas tinggi untuk dikenakan dalam keseharian, seragam kerja, hingga upacara keagamaan.
Di tengah upaya pelestarian ini, muncul sosok Gek Yuni, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana, yang merintis Jegeg Tri Busana. Berbekal keahlian turun-temurun, ia telah mendedikasikan 13 tahun terakhir untuk menjaga eksistensi tenun ikat Bali.
“Kami memulai usaha ini dengan semangat menjaga warisan budaya. Kini, Jegeg Tri Busana telah berkembang dan mampu mempekerjakan delapan orang karyawan, mulai dari penenun hingga penjahit,” ujar Gek Yuni di galerinya yang berlokasi di pusat Kota Denpasar.
Proses pembuatan di Jegeg Tri Busana tetap mempertahankan pakem tradisional namun adaptif terhadap teknologi. Tahap desain kini mulai menyentuh sistem komputer untuk presisi motif, namun proses menenun tetap menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Hal ini dilakukan untuk menjaga karakter khas kain yang tidak bisa dihasilkan oleh mesin pabrikan.
Sebagai pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali, Jegeg Tri Busana aktif memperluas jejaring melalui berbagai pameran lintas daerah. Produk yang ditawarkan pun sangat variatif, mulai dari kain songket motif Sidemen dan Jembrana, hingga produk jadi seperti kamen, saput, udeng, dan setelan modern.
Lebih dari sekadar bisnis, apa yang dilakukan Gek Yuni adalah wujud nyata peran perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga. Jegeg Tri Busana membuktikan bahwa ketekunan dan kecintaan terhadap budaya lokal adalah fondasi kuat untuk membangun usaha yang berkelanjutan di tengah tantangan globalisasi.
Editor: Rudi.







