LetterNews
03 November 2026
00:01 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
17 March 2026 13:14 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 17 March 2026, 13:14 WITA

Nyepi dan Lebaran Tiba, Dirut Bank BPD Bali Minta Nasabah Jaga Data Rahasia dari Modus Penipuan Canggih

Foto: Bank BPD Bali imbau nasabah waspada penipuan berbasis AI (Deepfake) jelang Nyepi & Idulfitri. Simak tips aman transaksi dan kebijakan anti-gratifikasi di sini.

DENPASAR, Letternews.net – Menjelang momen Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank BPD Bali mengimbau seluruh nasabahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital. Momentum pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tingginya aktivitas transaksi saat libur panjang kerap menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi seperti Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini disalahgunakan oleh pelaku kejahatan untuk menciptakan modus yang sangat meyakinkan, salah satunya melalui teknik deepfake.

[irp]

Waspada Modus Deepfake dan File APK

Pelaku kini mampu memanipulasi suara hingga wajah seseorang menggunakan AI (deepfake) untuk berpura-pura menjadi kerabat atau pejabat yang sedang dalam keadaan darurat mudik. Selain itu, modus lama namun berbahaya seperti pengiriman file berformat APK dengan kedok undangan “Gebyar Nyepi” atau “Hadiah Lebaran” juga masih marak terjadi.

“Keamanan nasabah adalah prioritas kami. Dengan teknologi AI, modus penipuan kini semakin halus. Kami meminta nasabah tidak mudah percaya pada permintaan data atau transaksi yang mencurigakan,” tegas Nyoman Sudharma, Selasa (17/3/2026).

Ia juga mengingatkan adanya modus pembaruan data lembaga seperti Taspen, BPJS, hingga aplikasi pajak Coretax. Pelaku biasanya mengaku sebagai petugas resmi untuk mencuri PIN, password, hingga kode OTP nasabah.

[irp]

Tips Aman Bertransaksi Jelang Libur Nyepi

Mengingat adanya penonaktifan sementara layanan ATM dan mobile banking saat perayaan Nyepi, Bank BPD Bali menyarankan nasabah untuk:

  1. Melakukan transaksi penting lebih awal sebelum layanan dinonaktifkan.

  2. Jangan pernah membagikan user ID, PIN, password, atau kode OTP kepada siapa pun.

  3. Hindari mengklik tautan (link) atau mengunduh file APK dari nomor tak dikenal.

  4. Lakukan verifikasi ulang jika ada permintaan dana dari pihak yang mengaku kerabat.

[irp]

Komitmen GCG: Larangan Gratifikasi

Selain fokus pada keamanan siber, Bank BPD Bali juga menegaskan penerapan Good Corporate Governance (GCG). Manajemen secara tegas melarang seluruh karyawan menerima hadiah, parsel, atau bingkisan dalam bentuk apa pun dari nasabah maupun rekanan menjelang hari raya.

Kebijakan ini sejalan dengan sistem manajemen anti-penyuapan dan aturan pengendalian gratifikasi dari OJK dan KPK. Masyarakat diminta untuk hanya mengakses informasi melalui kanal resmi dan segera menghubungi layanan pelanggan jika menemukan indikasi penipuan.

Editor: Rudi.