
DENPASAR, Letternews.net – Sebuah unggahan curahan hati (curhat) seorang wisatawan lokal mendadak viral di media sosial. Seorang ibu muda menceritakan pengalaman tak menyenangkan berupa dugaan intimidasi saat beristirahat dan menyuapi bayinya di kawasan Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar.
Kejadian berawal saat korban bersama suami dan bayinya duduk beristirahat di sebuah gazebo atau pondok terbuka di area pantai. Tempat tersebut awalnya juga diisi oleh sejumlah warga lokal dan wisatawan mancanegara yang beristirahat dengan tenang.
“Kami hanya numpang sebentar menyuapi bayi, tidak mengganggu dan tidak merusak apa pun. Namun, tindakan pengusiran hingga ucapan verbal yang dilontarkan sungguh tidak pantas,” ungkap narasi ibu muda tersebut dalam unggahannya, Minggu (9/8/2026).
[irp]
Situasi memanas ketika seorang wanita setempat diduga sengaja menyapu debu ke arah mereka dan memberi makan puluhan anjing liar tepat di sekitar pondok. Saat korban berusaha mengusir anjing yang mendekati bayinya, wanita tersebut justru melontarkan kata-kata kasar dan hinaan berbau prasangka terhadap pendatang.
Beberapa poin penting terkait dugaan intimidasi di Pantai Sindhu ini meliputi:
Penyampaian Kata Kasar: Wanita tersebut melontarkan ujaran kebencian berbasis kedaerahan yang menghina keberadaan pendatang.
[irp]
Klaim Kepemilikan Gazebo: Seorang pria berpakaian merah kemudian datang dan mengklaim secara sepihak bahwa gazebo tersebut khusus milik Pecalang dan bukan untuk umum.
Dugaan Percobaan Penganiayaan: Pria tersebut dilaporkan menunjukkan gestur mengancam, menunjuk-nunjuk dengan kasar, hingga mengintimidasi korban yang sedang menggendong bayinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola kawasan Pantai Sindhu maupun tokoh masyarakat setempat mengenai status kepemilikan gazebo dan dugaan tindakan intimidasi tersebut. Publik berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait agar citra pariwisata Sanur tetap kondusif dan ramah bagi seluruh pengunjung.
Editor: Rudi