Transformasi Digital Pramuka Bali: Cok Ace Dorong Standarisasi Mutu Pelatih Lewat E-Learning

 Transformasi Digital Pramuka Bali: Cok Ace Dorong Standarisasi Mutu Pelatih Lewat E-Learning

Foto: Rapat Koordinasi Kwarda Bali di Sanggar Bakti Pramuka membahas LMS E-Learning

DENPASAR, Letternews.net – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali melakukan langkah revolusioner dalam menjamin mutu pendidikan karakter di Pulau Dewata. Di bawah komando Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), Kwarda Bali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis yang mempertemukan Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa dan Pusdiklat Kepramukaan se-Bali di Sanggar Bakti Pramuka, Kamis (30/4).

Rakor bertajuk “Kolaborasi Strategis: Sinkronisasi Kebijakan dan Penjaminan Mutu Anggota Dewasa” ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya digitalisasi sistem pendidikan kepramukaan melalui platform LMS-E Diklat.

BACA JUGA:  Cok Ace, Mandat Adalah Tugas. Jika Diberikan Kesempatan Dampingi Wayan Koster Lagi

Tiga Instruksi Strategis Cok Ace
Dalam arahannya, Kak Kwarda Bali menekankan bahwa tugas seorang pelatih tidak berakhir hanya dengan penyerahan ijazah kursus (KMD/KML). Ia menegaskan tiga poin utama yang wajib dijalankan oleh seluruh Kwarcab di Bali:

  1. Sinkronisasi Tanpa Sekat: Menghilangkan perbedaan standar antara kebijakan Kwarda dan implementasi di Kwarcab.
  2. Monitoring Pasca-Diklat: Memastikan lulusan diklat benar-benar terjun dan memberikan dampak nyata di Gugus Depan.
  3. Akselerasi E-Learning: Memanfaatkan teknologi digital sebagai keharusan untuk memodernisasi pelatihan tanpa menggerus nilai kepramukaan.

“Outcome lebih penting daripada sekadar output jumlah peserta. Kita harus memastikan pembina yang lulus benar-benar siap menghantarkan peserta didik menuju tujuan besar Gerakan Pramuka,” tegas Ir. Abdul Muthalib Silviansyah.

BACA JUGA:  Kolaborasi Solidaritas, Pramuka Peduli Kwarda Bali dan PYP GROUP Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bali

Sinergi untuk Penjaminan Mutu
Dalam arahannya, Made Sri Yuniati menekankan bahwa komunikasi yang terintegrasi antara pengelola anggota dewasa dan Pusdiklat adalah kunci utama. Sinergi ini diperlukan agar standar kompetensi pelatih dan pembina Pramuka dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Kehadiran para Wakil Ketua Bidang Anggota Dewasa dan Kepala Pusdiklatcab dalam rapat ini sangat penting. Mereka adalah penjamin mutu yang memastikan pendidikan kepramukaan di Bali tetap berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Dra. Luh Made Sri Yuniati, M.Pd., Wakil Ketua Pengelolaan Anggota Dewasa Kwarda Bali

BACA JUGA:  Proses Subkontrak Proyek Shelter Tsunami Terus Didalami KPK

Pusdiklat Sebagai ‘Center of Excellence’
Ketua Panitia, Luh Putu Manika Hermayuni, S.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan menyatukan frekuensi antara pemangku kebijakan dengan Pusdiklat sebagai pusat unggulan (Center of Excellence).

Selama delapan jam, para peserta yang terdiri dari Wakil Ketua Bidang Anggota Dewasa dan Kepala Pusdiklatcab se-Bali terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi platform digital. Fokus utamanya adalah finalisasi dokumen instrumen monitoring yang akan menjadi “Kompas” panduan pendidikan kepramukaan di wilayah Bali.

BACA JUGA:  Resmi Dibuka! Denfest ke-18 Usung Konsep Zero Waste dan Inovasi Ekonomi: Api Suci Tandai Pesta Rakyat Denpasar

Satu Kata, Satu Perbuatan
Langkah ini diambil untuk menghadapi disrupsi zaman. Dengan sistem E-Diklat AyoPramuka, Kwarda Bali optimistis akses terhadap materi berkualitas dapat dijangkau lebih luas oleh para pembina di tingkat pangkalan/desa.

Melalui sinergi ini, Kwarda Bali berkomitmen melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret. Harapannya, tidak ada lagi stagnasi kualitas pembinaan di lapangan, demi mencetak pemimpin masa depan yang lahir dari tangan pembina terdidik dengan standar terbaik.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: