Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Resmi Dibuka! Denfest ke-18 Usung Konsep Zero Waste dan Inovasi Ekonomi: Api Suci Tandai Pesta Rakyat Denpasar
Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar saat menyalakan api suci sebagai penanda pembukaan Denfest ke-18 di Kawasan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12).

DENPASAR, Letternews.net – Gemerlap cahaya api suci secara resmi menandai dibukanya Denpasar Festival (Denfest) ke-18 di kawasan ikonik Catur Muka, Sabtu (20/12/2025). Mengusung tema filosofis “Mulat Sarira, Hening Jiwa, Eling Rasa”, festival tahunan ini bertransformasi menjadi role model festival berkelanjutan melalui sistem pengolahan sampah mandiri di lokasi.
Inaugurasi pembukaan dilakukan langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede. Acara berlangsung khidmat dengan penampilan memukau dari musisi nasional Tri Utami dan Dewa Budjana.
Mulat Sarira: Menuju Kedewasaan Kota yang Berjati Diri
Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa tema Mulat Sarira atau introspeksi diri merupakan refleksi dari perjalanan 18 tahun Denfest. Di usia yang menginjak pintu gerbang kedewasaan, Denfest kini tidak hanya sekadar pesta rakyat, tetapi juga ruang jati diri yang memadukan tradisi dengan modernitas.
“Denfest adalah wadah kreativitas mulai dari seni, ekraf, hingga teknologi. Harapan kami, festival ini terus meningkatkan daya saing ekonomi dan mendukung kemajuan UMKM di Kota Denpasar secara berkelanjutan,” ungkap Jaya Negara.
Pertama di Bali: Role Model Festival Zero Waste
Satu hal yang paling revolusioner pada gelaran tahun ini adalah komitmen Zero Waste. Pemkot Denpasar menggandeng 18 Komunitas Lingkungan sebagai volunteer untuk memastikan sampah festival tidak keluar dari lokasi.
Sampah yang dihasilkan selama 20-23 Desember akan dikelola langsung di sumber (hulu) melalui:
-
Pemilahan Langsung: Sampah dipilah di arena festival.
-
Eco Enzyme: Sampah organik diolah menjadi cairan multifungsi.
-
Mesin Pengepresan: Sampah plastik anorganik langsung diproses dengan mesin pres.
-
Reward Pengunjung: Pemberian apresiasi bagi masyarakat yang disiplin membuang sampah pada tempatnya.
Pemberdayaan 174 UMKM di Tiga Zona Kreatif
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti, menyebutkan sebanyak 174 UMKM pilihan telah lolos kurasi ketat untuk memeriahkan Denfest. Ratusan pelaku usaha ini tersebar di tiga zona strategis:
-
Zona Lapangan (Puputan & Museum Bali): Kuliner kekinian, panggung musik, dan workshop fotografi.
-
Zona Gajah Mada: Kuliner heritage, kopi Bali, fashion show, dan parade cosplay.
-
Zona Jalan Veteran: Stand fashion, kriya, dan produk agro.
Penyelenggaraan selama empat hari ini juga didukung oleh 30 grup musik dan 16 penampilan budaya, menegaskan bahwa Denfest adalah milik publik sekaligus komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan modernisasi.
Editor: Rudi.







