Ekonomi Bali Solid! Kredit Perbankan Tumbuh Positif, Sektor Wisata Jadi Penopang Utama
Ekonomi Bali Solid! Kredit Perbankan Tumbuh Positif, Sektor Wisata Jadi Penopang Utama
Foto: Parjiman Kepala OJK Provinsi Bali bersama jajaran narasumber saat acara NGORTE di Denpasar.

DENPASAR, Letternews.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Pulau Dewata tetap resilien dan menunjukkan pertumbuhan positif hingga posisi Februari 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, fungsi intermediasi perbankan di Bali tercatat stabil dengan likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga.
Kepala OJK Provinsi Bali menyatakan bahwa pertumbuhan kredit di Bali mencapai 6,47 persen (yoy) dengan total nilai mencapai Rp119,75 triliun. Menariknya, pertumbuhan ini motor utamanya adalah sektor investasi yang melonjak hingga 17,81 persen (yoy).
Penyediaan Akomodasi dan UMKM Jadi Primadona
Sektor pariwisata kembali membuktikan taringnya sebagai tulang punggung ekonomi Bali. Peningkatan kredit investasi didominasi oleh sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum yang bertambah sebesar Rp2,20 triliun. Hal ini menandakan kepercayaan pelaku usaha untuk terus melakukan ekspansi bisnis jangka panjang di Bali.
Tak hanya korporasi besar, sektor UMKM juga mendapatkan porsi kue yang signifikan. Sebesar 51,32 persen dari total kredit di Bali disalurkan kepada pelaku UMKM, dengan porsi terbesar pada segmen mikro (42,17%). Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan UMKM secara nasional.
Pasar Modal dan Fintech Tumbuh Pesat
Gairah investasi masyarakat Bali juga terlihat di Pasar Modal. Jumlah investor di Bali tumbuh double digit sebesar 27,02 persen (yoy) dengan total 381.557 investor. Sementara itu, pembiayaan melalui Fintech Peer to Peer Lending melonjak 37,58 persen, mencapai nilai Rp2,20 triliun.
Meski tumbuh pesat, OJK tetap mewaspadai kenaikan Tingkat Wanprestasi (TWP 90) pada sektor fintech yang berada di level 4,31 persen, walau masih di bawah ambang batas nasional.
Edukasi Keuangan Masif dan Perlindungan Konsumen
Hingga Maret 2026, OJK Bali telah menjangkau lebih dari 418.000 peserta melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan. OJK memprioritaskan literasi bagi perempuan, pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat di daerah terdepan.
Terkait perlindungan konsumen, OJK telah menangani 456 pengaduan, yang didominasi oleh keluhan perilaku petugas penagihan (debt collector) dan permasalahan sistem informasi layanan keuangan (SLIK). OJK berkomitmen untuk terus mengawal setiap pengaduan hingga tuntas demi kenyamanan masyarakat.
Editor: Rudi.







