Teliti Tanaman Suci Tulsi untuk Diabetes, Dosen Unwar dr. Pande Ayu Naya Kasih Raih Gelar Doktor Cumlaude di Unud

 Teliti Tanaman Suci Tulsi untuk Diabetes, Dosen Unwar dr. Pande Ayu Naya Kasih Raih Gelar Doktor Cumlaude di Unud

Foto: Dosen andalan FKIK Unwar, dr. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda, M.Biomed., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Biomedis

DENPASAR, Letternews.net – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) kembali memperkuat jajaran pemikir akademisnya. Dosen andalan FKIK Unwar, dr. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda, M.Biomed., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Biomedis setelah sukses mempertahankan disertasinya dengan predikat Cumlaude dalam Sidang Promosi Doktor Terbuka di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Selasa (2/6/2026).

Menariknya, riset doktoral yang diusung oleh dr. Pande Ayu mengangkat potensi medis dari tanaman suci umat Hindu. Disertasi ilmiah tersebut berjudul “Pengaruh Ekstrak Etanol Tulsi (Ocimum tenuiflorum) terhadap Kadar Glukosa Darah, Malondialdehida, Superoksida Dismutase, Tumour Necrosis Factor-Alpha, dan Kerusakan Hepar Tikus (Rattus norvegicus) Model Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin.”

BACA JUGA:  Sinergi Jaga Toleransi, Bupati Made Satria Hadiri Pelantikan Pengurus MUI Klungkung Masa Khidmat 2025-2030

Sains Membuktikan: Khasiat Tulsi Mampu Hambat Komplikasi Diabetes

Dalam paparan ilmiahnya, dr. Pande Ayu mengungkapkan bahwa ketertarikannya meneliti tanaman tulsi berawal dari rekam jejak riset herbal yang ditekuninya sejak 2019. Setelah menyisir dan menguji lebih dari 100 tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Bali, tim peneliti menemukan efikasi terbaik pada tanaman tulsi.

Secara teologis, tulsi dikenal luas dalam tradisi Hindu di Bali sebagai tanaman suci yang identik dengan pemujaan Dewa Wisnu. Namun secara klinis di laboratorium, daun tulsi terbukti menyimpan senjata medis yang luar biasa.

“Secara religius, tulsi memiliki nilai penting dalam tradisi Hindu sebagai tanaman suci. Namun secara ilmiah, ketika diteliti di laboratorium, tulsi menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga potensial dikembangkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berkaitan dengan stres oksidatif,” papar Dr. dr. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda.

Riset komparatif pada hewan model menunjukkan ekstrak etanol tulsi secara signifikan mampu:

  • Menurunkan Kadar Glukosa: Menekan lonjakan gula darah pada model diabetes secara konsisten.

  • Meningkatkan Enzim Antioksidan: Memacu produksi enzim Superoksida Dismutase (SOD) untuk menangkal radikal bebas.

  • Proteksi Organ Hati: Menurunkan kadar Malondialdehida (MDA) serta TNF-Alpha, sekaligus menghambat kerusakan sel hepar (hati).

BACA JUGA:  Terbuka untuk Umum dan Disabilitas, Job Fair Denpasar Tawarkan 5.518 Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

Langkah Strategis Unwar Menuju Puncak Akreditasi Institusi Unggul

Capaian gemilang doktor baru ini disambut sukacita oleh Dekan FKIK Unwar, dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua. Menurutnya, FKIK Unwar sangat beruntung karena Dr. dr. Pande Ayu bergerak di bidang farmakologi dan kedokteran dasar (pre-clinical science)—sebuah rumpun ilmu kedokteran yang selama ini tergolong langka dan sulit dicari SDM kualifikasi tertingginya.

Apalagi, Dr. dr. Pande Ayu telah sukses meraih jabatan akademik Lektor Kepala bahkan sebelum ia merampungkan studi S3-nya, sebuah modal besar untuk melesat cepat menuju gelar Guru Besar (Profesor).

BACA JUGA:  FS Unwar Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum OBE

Apresiasi senada disuarakan oleh Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. Ia menegaskan bahwa Unwar berkomitmen penuh mendukung agar riset tulsi ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan terus dikawal hingga fase hilirisasi produk farmakologi herbal yang aman bagi penderita diabetes melitus.

“Atas nama Universitas Warmadewa dan seluruh sivitas akademika, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. dr. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda. Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar merupakan indikator utama dalam mewujudkan Unwar sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermutu, dan berdaya saing internasional,” pungkas Prof. Suranaya Pandit.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: