Empat Harmoni Kehidupan: Integrasi Nilai Hablum dan Tri Hita Karana untuk Kedamaian Sejati
Hadiri Karya di Batunya Baturiti, Wagub Giri Prasta Ajak Krama Bebaskan Generasi Penerus dari Beban Fisik Pura
Foto: Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6/2026).

TABANAN, Letternews.net – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi utama untuk mewujudkan kedamaian serta kesejahteraan bersama.
Pesan kebangsaan tersebut disampaikannya saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6/2026).
Dalam sambutannya, Giri Prasta menguraikan rasa bangga sekaligus mengapresiasi kekompakan krama Desa Adat Batunya yang telah mampu menggelar upacara yadnya (karya) berskala besar secara mandiri. Menurutnya, keberhasilan pembangunan spiritual dan material ini tidak terlepas dari manajemen kebersamaan seluruh masyarakat adat.
Warisan Berkelanjutan: Kurangi Beban Fisik, Fokus pada Tradisi
Mantan Bupati Badung dua periode tersebut mengingatkan krama agar sarana prasarana suci yang telah rampung dibangun dapat dipelihara dengan prinsip keberlanjutan. Konsep ini penting agar generasi muda Bali di masa depan tidak lagi disibukkan oleh urusan pencarian dana untuk pembangunan fisik pura dari nol.
“Kita banyak menjalankan adat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melaksanakan yadnya. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap bersatu agar perjuangan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian dapat terlaksana dengan baik. Kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci eratnya persaudaraan di antara kita,” ujar Giri Prasta.
Lebih lanjut, Wagub Giri Prasta mendorong krama adat untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai luhur saling asah, asih, dan asuh. Nilai-nilai ini dinilai ampuh membuat setiap beban pekerjaan kolektif terasa lebih ringan.
Ia mencontohkan, apabila ke depan masih terdapat infrastruktur pelengkap pura yang memerlukan penyempurnaan—termasuk Pura Pengubengan—maka perbaikannya harus dieksekusi melalui skema kolaborasi satu jalur yang solid.
Sinergi Wagub Bali dan Wabup Tabanan Ngayah Bersama Krama
Pada momentum sakral tersebut, Wakil Gubernur Bali tampak hadir didampingi oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Kedua pemimpin daerah ini turut membaur dan melaksanakan prosesi persembahyangan bersama ribuan krama setempat dalam rangkaian piodalan yang nyejer (berlangsung) selama tiga hari berturut-turut.
-
Dukungan Fiskal: Penyerahan dana punia secara langsung untuk kelancaran upacara.
-
Komitmen Budaya: Penguatan sinergi perlindungan seni, tradisi, dan ritual keagamaan Hindu Bali.
-
Kehadiran Negara: Dialog serap aspirasi mengenai kebutuhan fasilitas publik desa adat setempat.
Sementara itu, Bendesa Adat Batunya menghaturkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas kehadiran Wagub Giri Prasta dan Wabup Made Dirga di tengah-tengah krama desa. Kehadiran top manajemen pemerintahan ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen politik dan kepedulian pemerintah provinsi serta kabupaten dalam menjaga eksistensi dresta adat di Pulau Dewata.
Melalui harmoni kerja sama ini, pilar adat dan kedinasan di Bali diharapkan terus berjalan beriringan guna mengawal stabilitas pembangunan dari tingkat banjar.
Editor: Rudi.









