LetterNews
02 November 2026
20:47 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
01 June 2026 20:50 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 01 June 2026, 20:50 WITA

Taksu Nusantara! Reog Ponorogo Sardulo Mbalelo JATIM Pukau Ribuan Penonton Karnaval Pancasila 2026 di Jayasabha

Foto: Kesenian legendaris Reog Ponorogo sukses memukau ribuan penonton yang memadati rute Karnaval Pancasila 2026

DENPASAR, Letternews.net – Gemuruh suara terompet khas dadak merak dan hentakan kendang menderu memecah riuh Kota Denpasar. Kesenian legendaris Reog Ponorogo sukses memukau ribuan penonton yang memadati rute Karnaval Pancasila 2026, yang dilepas secara resmi dari depan Gedung Jayasabha, Denpasar, Senin (1/6/2026) sore.

Penampilan atraktif dan magis tersebut dibawakan oleh Reog Sardulo Mbalelo, salah satu komunitas seni Reog Ponorogo paling populer yang berdomisili di Bali. Grup ini dikenal sangat aktif melestarikan kebudayaan Jawa di Pulau Dewata, tampil di berbagai panggung pariwisata, serta konsisten menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

[irp]

Seni Sebagai Alat Pemersatu Anak Bangsa

Ketua rombongan komunitas Reog Sardulo Mbalelo Bali, Saiful Alim, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya karena telah diberikan ruang ekspresi yang luar biasa dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini.

“Kami menampilkan pentas Reog Ponorogo secara atraktif di depan panggung utama Jayasabha, yang kemudian dilanjutkan dengan pawai budaya menyusuri rute seputaran area. Untuk pementasan hari ini, alhamdulillah ada sekitar 50-an anggota tim yang hadir dan turun langsung,” urai Saiful Alim.

Saiful menambahkan bahwa komunitasnya sudah biasa bergerak dinamis menghibur publik di Bali, termasuk tampil di berbagai hotel berbintang serta memenuhi undangan komunitas paguyuban se-Indonesia yang ada di Bali.

“Melalui kesenian ini, kita bergerak menjadi pemersatu anak bangsa. Kita patut mengapresiasi acara seperti ini karena inilah momentum bagus untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kita semua adalah NKRI,” tegasnya.

[irp]

Foto: Karnaval Pancasila 2026 yang dilepas secara resmi dari depan Gedung Jayasabha, Denpasar, Senin (1/6/2026) sore.

FKPJ Bali: Menjaga Kebhinnekaan dan Rawat Aksi Sosial

Apresiasi senada juga datang dari induk organisasi paguyuban tanah Jawa di Bali. Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) Bali, Anton Wahyudi, menegaskan bahwa kehadiran Reog Ponorogo merupakan representasi identitas budaya Jawa Timur yang ikut memperkaya khazanah budaya di Bali.

  • Eksistensi Budaya: Menampilkan ciri khas kesenian Jawa Timur di ruang publik Bali sebagai bentuk akulturasi yang harmonis.

  • Misi Kemanusiaan: FKPJ Bali berkomitmen tidak hanya bergerak di bidang kesenian, melainkan aktif dalam gerakan aksi sosial kemanusiaan.

  • Jangkar Perdamaian: Saling bahu-membahu dengan krama Bali untuk menjaga stabilitas dan kebhinnekaan di Pulau Dewata.

[irp]

Sementara itu, Sekretaris Umum FKPJ Bali, Rudianto, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate bersama Badan Kesbangpol Provinsi Bali yang telah menjembatani serta mempersatukan seluruh elemen suku bangsa dalam satu wadah karnaval.

“Kami di FKPJ Bali selalu siap kapan pun jika dibutuhkan untuk menampilkan kesenian khas Jawa Timur. Karena selain Reog Ponorogo, kami juga menaungi kesenian Jaranan Kediri atau Kuda Lumping, serta berbagai kesenian tradisional lainnya,” ungkap Rudianto.

Seruan Tegas: Jadikan Pancasila Living Ideology

Di sela-sela semarak karnaval, jajaran pengurus FKPJ Bali bersama panitia bersama turut mengimbau dengan keras kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda mudi, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kebijakan publik maupun perilaku sosial sehari-hari.

Pancasila tidak boleh sekadar menjadi pajangan tekstual, melainkan harus diimplementasikan secara nyata dalam tindakan untuk menangkal radikalisme.

“Kita harus terus bergerak bersama melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan. Mari teguhkan komitmen dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah daerah yang menjunjung tinggi persatuan, religiusitas, dan nilai kemanusiaan,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Editor: Rudi.