
DENPASAR, Letternews.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali bergerak cepat memperkuat kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekretariat KPU Provinsi serta KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Langkah strategis ini ditempuh melalui penerapan Learning Management System (LMS) yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kompetensi SDM secara hybrid di Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (11/8/2026).
Rakor ini dihadiri langsung oleh Ketua Divisi SDM, Organisasi, Diklat, dan Litbang KPU RI Parsadan Harahap, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, jajaran Pusdiklat KPU RI, serta jajaran komisioner dan sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-Bali.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi penyeleggara pemilu yang profesional.
“Kita dorong seluruh jajaran untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM KPU. Jajaran komisioner dan sekretariat harus memiliki semangat serta komitmen yang sama dalam menjalankan tugas kelembagaan,” tegas I Dewa Agung Gede Lidartawan.
[irp]
Ketua Divisi SDM KPU RI, Parsadan Harahap, menjelaskan bahwa LMS merupakan program prioritas nasional yang wajib diterapkan di seluruh satuan kerja KPU di Indonesia. Melalui sistem pembelajaran digital mandiri ini, setiap ASN KPU diwajibkan memenuhi jam pelajaran (JP), yaitu minimal 20 JP bagi PNS dan 24 JP bagi PPPK.
Beberapa poin penting terkait penerapannya meliputi:
Standar Kompetensi Nasional: LMS menjamin seluruh ASN KPU di Indonesia memiliki standar pemahaman dan kompetensi yang merata.
Target Waktu Bali: Pelaksanaan pembelajaran digital bagi KPU se-Bali ditargetkan mencapai 100 persen pada September 2026, yang dilanjutkan dengan tahapan evaluasi pada November dan Desember 2026.
[irp]
Materi Berbasis Lokal: KPU mendorong penyusunan materi pembelajaran yang lebih spesifik serta mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Kesiapan Kelembagaan: Meskipun tidak berada dalam tahapan pemilu aktif, kinerja dan kesiapan KPU diibaratkan seperti kendaraan yang harus selalu prima dan siap digunakan kapan saja.
Melalui penguatan LMS digital ini, KPU Bali optimistis dapat mencetak SDM yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan penyelenggaraan Pemilu 2029 mendatang.
Editor: Rudi