LetterNews
03 November 2026
05:19 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
14 March 2026 23:30 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 14 March 2026, 23:30 WITA

Rayakan Tumpek Wayang, Wali Kota Jaya Negara Ajak Masyarakat Denpasar Perkuat ‘Sang Hyang Taksu’

Foto: Wali Kota Denpasar Jaya Negara pimpin persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Agung Jagatnatha. Simak makna filosofis pencerahan dan rasa syukur Sang Hyang Taksu.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Wayang di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (14/3/2026) pagi. Ritual suci ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta masyarakat umum yang turut membaur dalam doa bersama.

[irp]

Filosofi Pencerahan dan Keindahan

Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa secara filosofis, Tumpek Wayang merupakan hari suci pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya yang memberikan pencerahan bagi kehidupan.

“Tumpek Wayang adalah simbol bangkitnya daya kesenian dan keindahan dalam setiap ciptaan-Nya. Ini adalah momen untuk menerangi kegelapan dalam diri,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ritual ini merupakan bentuk rasa syukur terhadap Sang Hyang Taksu. Dalam tradisi Bali, kesenian Wayang Kulit dipilih sebagai simbol utama karena dianggap mengandung seluruh eksistensi dan esensi seni yang mendalam.

[irp]

Ritual Benda Kesenian

Pada rahina ini, umat Hindu melakukan upacara terhadap berbagai benda kesenian, mulai dari Wayang, Barong, Rangda, Topeng, hingga berbagai jenis Gamelan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas anugerah estetika dan daya cipta yang diberikan Tuhan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, memaparkan bahwa prosesi upacara dipuput oleh Ida Pedanda Made Taman Dwija Putra dari Griya Pahang Penatih. Prosesi semakin sakral dengan penampilan Sesolahan Wayang Lemah dan iringan Kekidungan Suci.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan energi positif dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa mulat sarira atau introspeksi diri demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Surya Antara.

Editor: Rudi.