Diduga Produksi Konten Pornografi di Kamar Hotel, Pasangan Asal Kediri Digerebek Polres Tulungagung
Mengintip Omah Sirsak di Wonorejo Trisulo: Ubah Buah Melimpah Jadi “Emas Beku” Bernilai Jutaan Rupiah
Foto: Simak kisah sukses Omah Sirsak di Desa Wonorejo Trisulo, Kediri.

KEDIRI, Letternews.net – Melimpahnya kekayaan alam di Kabupaten Kediri kembali memunculkan potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, kini mulai dikenal sebagai sentra penghasil sirsak frozen (sirsak beku) yang mampu menembus pasar kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, hingga Yogyakarta.
Berdasarkan data BPS, Kecamatan Plosoklaten merupakan produsen sirsak terbesar di Kediri dengan total produksi mencapai 24.475 ton per tahun. Di Desa Wonorejo Trisulo sendiri, pohon sirsak tumbuh subur di sela-sela perkebunan nanas dan pekarangan rumah warga. Namun, melimpahnya panen seringkali membuat harga buah jatuh.
Melihat kondisi tersebut, muncul inovasi pengolahan buah sirsak matang menjadi produk beku. Salah satu pionir yang paling sukses adalah Omah Sirsak milik Wiji Nurani (Ibu Nur). Berdiri sejak 15 tahun lalu, industri rumah tangga ini telah menjadi tumpuan hidup bagi banyak warga sekitar.
“Awalnya kami hanya mengerjakan sendiri bersama keluarga. Namun seiring meluasnya pemasaran dan permintaan dari luar kota, kini kami dibantu oleh 11 karyawan tetap yang merupakan warga sekitar,” ungkap Ibu Nur. Minggu, (12/4/2026).
Setiap harinya, Omah Sirsak mampu memproduksi sekitar 180 kg sirsak frozen. Menariknya, proses produksi masih mempertahankan cara tradisional dan manual untuk menjaga kualitas daging buah. Dengan omzet mencapai puluhan juta per bulan, usaha ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada buah sirsak, tetapi juga meningkatkan taraf hidup karyawannya.
Salah seorang karyawan menuturkan bahwa pendapatan dari mengupas sirsak dan pengemasan sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur hingga biaya pendidikan anak. “Sekarang punya pekerjaan tetap di desa sendiri, bahkan bisa menyisihkan sedikit uang untuk ditabung,” ujarnya.
Keberhasilan Omah Sirsak menjadi bukti bahwa pemberdayaan sumber daya lokal melalui industri rumah tangga mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa. Dengan dukungan alat dari pemerintah daerah serta pemanfaatan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, produk sirsak dari kaki Gunung Kelud ini siap terus bersaing di pasar digital nasional.
Editor: Rudi.







