Rayakan Saraswati di Pura Jagatnatha, Wali Kota Jaya Negara: Ilmu Pengetahuan Adalah Jalan Pengabdian
Foto: Wali Kota Jaya Negara pimpin persembahyangan Hari Saraswati di Pura Jagatnatha Denpasar. Tekankan pentingnya ilmu pengetahuan untuk tingkatkan IPM dan kesadaran lingkungan.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (4/4/2026). Momentum turunnya ilmu pengetahuan ini dimanfaatkan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan daya saing generasi muda.
Hadir dalam prosesi yang khidmat ini, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas W., jajaran Forkopimda, serta Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Persembahyangan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Tunjung Kuning dari Griya Bungsu Tunjung Kuning, Pemogan.
Wali Kota Jaya Negara mengungkapkan bahwa Hari Saraswati harus dimaknai melampaui seremoni. Mengutip pemikiran sastrawan besar Ida Pedanda Made Sidemen, ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan adalah bekal utama kehidupan, terutama bagi daerah yang minim sumber daya alam namun kaya akan potensi manusia.
“Pesan yang kita maknai adalah ilmu pengetahuan menjadi sumber kehidupan sekaligus jalan pengabdian. Meski tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, kita wajib membekali diri dengan ilmu agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Jaya Negara.
Komitmen ini, lanjut Jaya Negara, tercermin dari terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar. Selain infrastruktur fisik, Pemkot Denpasar juga mendorong keterlibatan dunia pendidikan dalam isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Sekolah-sekolah di Denpasar sudah mulai mengedukasi siswa untuk memilah sampah sejak dini. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga memiliki kesadaran ekologi yang tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa rangkaian persembahyangan berlangsung hingga malam hari untuk mengakomodasi ribuan pemedek secara tertib. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesucian pura dengan tidak membawa plastik sekali pakai.
Editor: Rudi.







