LetterNews
02 November 2026
22:42 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
27 August 2026 10:09 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 27 August 2026, 10:09 WITA

Presiden Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali Resmi Pelopor Provinsi Energi Bersih

Foto: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, meresmikan Peluncuran & Peletakan Batu Pertama (Launching & Groundbreaking) Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

JEMBRANA, Letternews.net – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Nasional berkapasitas 100 GWp (100.000 MWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8/2026). Peresmian skala nasional ini menjadi tonggak sejarah baru transisi energi terbarukan di tanah air.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet dan pejabat tinggi negara, antara lain Menko Perekonomian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Koperasi, Mensesneg, Seskab, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo, Dirut PT Pertamina, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Bupati Jembrana.

Selain meresmikan program nasional, Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi pembangunan PLTS berkapasitas 321 MWp di kawasan seluas 321 hektare. Konstruksi tahap awal sebesar 1 MWp di atas lahan 1 hektare telah rampung pada hari peresmian, sedangkan tahap pembangunan utama dilanjutkan mulai September 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada September 2027.

“Program PLTS ini sejalan dengan pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Perda Nomor 4 Tahun 2023. Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kami optimistis Bali menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menghentikan ketergantungan bahan bakar fosil serta mewujudkan Bali Mandiri Energi pada 2030.” Wayan Koster, Gubernur Bali

[irp]

Dalam mendukung program strategis ini, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan komitmen penuh untuk membebaskan lahan kering atau tidak produktif minimum seluas 1.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Karangasem.

Kecepatan dan komitmen Pemprov Bali dalam menyiapkan lahan hingga 1.500 hektare mendapat apresiasi langsung dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang kemudian menambah alokasi kuota PLTS untuk Provinsi Bali menjadi 1.500 MWp.

Keputusan krusial ini dirumuskan dalam rapat intensif antara Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo pada Sabtu malam (22/8/2026), yang kemudian mendapat persetujuan resmi Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (23/8/2026).

[irp]

Dengan hadirnya Program PLTS ini serta dukungan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Gas berkapasitas 1.550 MW, Bali diproyeksikan mencapai status “Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih” paling lambat pada tahun 2030. Langkah ini membebaskan Bali dari ketergantungan pasokan energi luar daerah, menekan biaya listrik bagi masyarakat, menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Bali di tingkat global.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo atas kebijakan strategis yang didedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat Bali.

Editor: Rudi