
BANGLI, Letternews.net – Di Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli, masyarakat menerapkan cara tradisional yang inovatif untuk mengelola kebersihan air, yaitu dengan memanfaatkan candung dan tanaman kapu air. Metode ini menjadi solusi sederhana namun efektif untuk menjaga kejernihan air, sekaligus mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga harmonisasi lingkungan.
Candung berfungsi sebagai alat penyaring alami, sementara tanaman kapu air (Pistia stratiotes) berperan sebagai agen penjernih. Menurut para ahli seperti Prof. Dr. Ir. I Ketut Sumantra dan Dr. Ir. I Made Sukerta, kapu air sangat efektif dalam menyerap polutan.
[irp]
Kapu air dikenal juga dengan nama eceng paitan atau water lettuce. Tanaman air terapung ini memiliki kemampuan fitoremediasi, yaitu menyerap logam berat (seperti timbal dan kadmium) serta polutan organik melalui akarnya.
Selain itu, kapu air juga membantu menjernihkan air dengan mengurangi zat hara berlebih seperti nitrat dan fosfat, yang sering menyebabkan eutrofikasi atau ledakan alga. Dengan demikian, air menjadi lebih jernih dan sehat untuk digunakan.
[irp]
Cara penggunaannya pun cukup sederhana:
Keunggulan metode ini adalah biaya yang rendah, ramah lingkungan, dan tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis, menjadikannya solusi berkelanjutan untuk pengelolaan air di pedesaan.
Editor: Rudi.